Gairah Paman Sahabatku
Tari suhendribau bangkai di kamardetak jantung seperti tersentakpeluk erat tubuhkuperut terasa diremas
"Sayang, aku merindukanmu. Tolong tunggu aku kembali dan biarkan aku berdamai dengan diriku sendiri. Setidaknya dengan begitu, kita dapat bersama seperti yang kau inginkan,"
Suara merdu yang selalu aku rindukan berbisik ditelingaku. Menusuk tajam hingga kedalam relung jiwaku. Permohonan yang sangat ingin aku kabulkan.
Bagaikan hembusan angin yang menyejukkan hatiku yang gersang. Dia kembali? Apakah dia benar-benar kembali? Pikirku senang, tapi aku sadar saat ini sedang terlelap.
Kucoba membuka kelopak mataku yang berat. Tapi sia-sia. Kucoba bangkit dari tidurku, tapi kantuk menekan alam bawah sadarku untuk terlelap kembali.