Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Te abandoné con tu bebé

Te abandoné con tu bebé

Cinco años como la Sra. Fernández bastaron para que Victoria Lima despertara por completo un mes después del nacimiento de su hija. Daniel Fernández reservaba todo su cariño a su prima, mientras exigía que ella fuera sensata e independiente. —¡Divorciémonos! ¡Estoy harta de estos cinco años! —exclamó ella frente a todos. Él solo sonrió con sarcasmo: —¿Por qué te has vuelto tan irracional de repente? Siempre con lo mismo del divorcio. No fue hasta que ella desapareció que él descubrió que nada funcionaba sin ella. Tres años después, se cruzaron en una cumbre internacional. Ella brillaba como maestra de arquitectura. Cuando él se arrodilló para rogarle que volvieran, ella pasó junto a otro hombre, sonriendo con elegancia. Más tarde, Daniel recibió una invitación de boda. La novia lucía un hermoso vestido blanco, recostada en el pecho de su amigo. Con los ojos enrojecidos, irrumpió en la ceremonia, pero solo alcanzó a oír su susurro: —Daniel, ser sensata cansa demasiado, ahora solo quiero vivir para mí.
Romance
45 viewsOngoing
Read
Add to library
Déjame y cría a su bebé

Déjame y cría a su bebé

Mi esposo, Cesare Ferrante, el Don más temido de la familia, siempre había detestado a los niños. Pero todo dio un giro cuando mi hermanastra, Bianca Moretti, se instaló en la casa de al lado con su bebé de seis meses. De pronto, mi esposo se obsesionó con ese niño. Él mismo le preparaba los biberones, le cantaba canciones de cuna y lo llevaba a todas partes. Cada día regresaba a casa agotado al amanecer, pero su cara brillaba de alegría, como si ese bebé ocupara toda su alma. Me volví invisible para él. Hace tres días, un auto me cerró el paso y me sacó de la carretera hasta que terminé estampada contra la mediana. Sentía la sangre caliente escurriéndome por la frente mientras la vista se me nublaba. Desesperada, llamé a Cesare cincuenta y cinco veces. No se dignó a contestar ni una sola vez. En su lugar, prefirió presumir una foto del bebé en sus redes: "¡Mi angelito sonrió hoy!" No aguanté más. Esta noche, en el banquete familiar, con todos los miembros de la familia sentados a la mesa, levanté mi último brindis y posé la copa. —Quiero el divorcio. El silencio fue instantáneo. Todos se quedaron de piedra. —¿Te volviste loca? —gritaron mis padres al mismo tiempo. Cesare me apretó la muñeca, sin poder creerlo. —Giulia, ¿hablas en serio? ¿Me pides el divorcio solo porque estaba pendiente del bebé y no te contesté? ¿Vas a armar este lío por celos de un niño de seis meses? No le sostuve la mirada. En su lugar, me quedé fija viendo la marca de un beso, clara y reciente, detrás de su oreja. —Como amas tanto a ese niño —dije con calma—, te lo voy a poner fácil. Ve a ser su padre.
Short Story · Mafia
429 viewsCompleted
Read
Add to library
Elegiste acabar con nuestro bebé para salvar a tu amante

Elegiste acabar con nuestro bebé para salvar a tu amante

Con nueve meses de embarazo, un exempleado, que guardaba un profundo rencor tras haber sido despedido para darle ese puesto a mi esposo, me llevó a la fuerza a la azotea del edificio y me asestó decenas de puñaladas. Mi marido, Víctor Escobar, capitán de un escuadrón de rescate, prefirió movilizar a todo su personal para impedir que Raquel Herrera, su exnovia, sumida en una depresión, le prendiera fuego a su departamento. No le supliqué que viniera a rescatarme. En mi vida anterior, precisamente porque lo había llamado suplicándole ayuda, él había dejado desprotegida a Raquel y había ido corriendo a salvarme. Mi bebé y yo logramos sobrevivir, pero ella, después de prenderle fuego a su departamento, murió consumida por el incendio. En apariencia, Víctor no me había guardado ningún rencor. Incluso llegó a reservarme una suite de maternidad privada. Sin embargo, el mismo día que di a luz, me amarró ¡y nos acuchilló sin piedad, a mí y a mi bebé recién nacido! —¡Ese día tú y ese tipo se pusieron de acuerdo para engañarme, ¿no es así?! ¡Tus «heriditas» no eran nada graves! ¡Ni de chiste te ibas a morir! —exclamó, fuera de sí—. ¡Pues, si tanto te encanta que te apuñalen, entonces, te daré el gusto! Cuando volví a abrir los ojos, había regresado al día en que me habían tomado como rehén. Pero, esta vez, tomé una decisión: lo dejaría correr para salvar a su Raquel.
Short Story · Romance
5.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Semoga Dia Sebebas Angin

Semoga Dia Sebebas Angin

Pada hari jadi pernikahan kami yang ketiga, aku menunggu selama lima jam di restoran berbintang Michelin favorit Dion Bahlilah. Namun, dia tidak bisa dihubungi lagi. Pada akhirnya, aku melihatnya di unggahan sosial media milik kekasih masa kecilnya, Arina Purbaya. Dion menemaninya ke Benua Anarsia, benua yang sangat dingin. [Aku bilang aku sedang bad mood, dia langsung membatalkan seluruh janjinya untuk menemaniku bersantai.] [Ternyata, teman masa kecil lebih menenangkan daripada penguin.] Gambar yang menyertainya menunjukkan pemandangan yang sangat dingin, tetapi Dion dengan lembut memeluknya. Matanya memancarkan semangat membara yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tiba-tiba, aku merasa lelah. Aku menghentikan pertanyaan menyakitkan itu, menghentikan tangisan histerisku. Aku hanya dengan tenang menyukai unggahan tersebut dan mengirimkan pesan pada Dion. [Ayo bercerai.] Setelah beberapa lama kemudian, dia mengirim pesan suara. Nada suaranya menantang. “Oke, akan aku tanda tangani saat pulang.” “Lihat saja nanti siapa yang akan menangis dan memohon agar aku tidak pergi.” Orang yang menerima perlakuan khusus membuat mereka berani bertindak tanpa batasan, Dion pun sama sekali tidak mempercayainya. 'Tetapi Dion... Tidak ada seorang pun yang tidak bisa meninggalkan seseorang, hanya saja orang itu masih cinta. Tetapi mulai sekarang, aku tidak ingin mencintaimu lagi.'
Short Story · Romansa
6.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Terjun Bebas Di Antara Api dan Cinta

Terjun Bebas Di Antara Api dan Cinta

Calon suamiku adalah seorang pilot balon udara, dan mantan pacarnya ingin berpetualang terbang setinggi seribu meter. Ketika gas helium di balon bocor, dan kami dalam situasi berbahaya, calon suamiku mengambil parasut ganda dan melompat bersama mantan pacarnya. Aku memohon padanya sambil berderai air mata, "Aku mengandung anakmu, bisakah kamu membawaku pergi lebih dulu?" Namun, dia menyalahkanku, "Ini bukan saatnya cemburu atau bercanda tentang kehamilan. Erika takut ketinggian, nggak seperti kamu yang bisa melompat dengan parasut. Kami tunggu kamu di bawah," katanya, sambil melepaskan tanganku dan melompat tanpa khawatir. Dia tidak tahu bahwa parasut yang ditinggalkannya untukku telah dilubangi oleh Erika. Aku terjun dari ketinggian seribu meter sambil membawa bayi dalam kandunganku.
Short Story · Romansa
10.7K viewsCompleted
Read
Add to library
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

WiRahayuSsi
Lima sahabat ARCJJ, sebut saja Awan, Rosie, Cantigi, Jhagad dan Jazlan mendaki Gunung Argon yang terkenal mistis untuk pertama kali. Kebakaran hutan hebat membuat mereka terpencar dan petualangan di Hutan Terlarang pun resmi dimulai. Kepentingan masing-masing orang mulai membuat bertahan hidup menjadi lebih rumit lagi. Kisah kelam hutan terlarang terungkap, mereka jadi saksi keberadaan makhluk yang terpenjara sunyi. Ketika mahluk haus akan darah mengancam diri, pulang yang dulunya begitu dihindari, berubah menjadi hal yang paling diingini. Akankah mereka bisa bertahan dan pulang kemudian? Bahkan ketika harap mungkin hanya tinggal angan?
Thriller
1010.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Kontrak dan Kebebasan

Kontrak dan Kebebasan

Setelah kematian kakakku, aku menandatangani pernikahan kontrak lima tahun dengan suaminya, Alexander Valendra yang adalah seorang mafia. Aku menjadi ibu tiri bagi keponakanku yang berusia lima tahun, Adriel Valendra. Di hari ulang tahunku, aku memakai kalung berlian milik kakakku yang sudah meninggal tanpa tahu apa maknanya. Saat acara makan malam keluarga, Adriel berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur merah dan menyiramkannya ke wajahku. Anggur merah itu menetes di pipiku, aromanya yang tajam menusuk mataku dan mengotori gaunku yang putih. Dia menatapku, sorot matanya sedingin dan sekejam ayahnya. "Jangan pikir kamu bisa menggantikan ibuku hanya karena kamu sudah jadi bagian dari Keluarga Valendra," katanya sambil menyeringai. "Kamulah penyebab kematiannya." "Aku berharap kamulah yang mati. Jadi aku bisa menghancurkan batu nisanmu, dan bukan merayakan ulang tahun konyol ini." "Aku bersumpah, begitu aku dewasa nanti, hal pertama yang kulakukan adalah menenggelamkan kamu ke Sungai Mandira!" Kenangan itu menusuk setajam anggur tadi, dan yang bisa kurasakan hanyalah putus asa. Aku menatap anak yang sudah kuasuh selama lima tahun seperti anakku sendiri, dan rasa perih menusuk di dadaku. Aku dulu berpikir aku bisa sepenuhnya menyerahkan diriku untuk Keluarga Valendra, dan memenangkan hatinya dengan kasih sayang. Namun sekarang, aku hanya lelah dengan semuanya. Keluarga ini tak punya cinta, dan anak itu memandangku seperti musuh yang harus dihancurkan. Aku berhenti menipu diri sendiri. Sudah waktunya untuk melepaskan semuanya. Namun setelah aku pergi, Alexander dan Adriel kembali padaku, merayap seperti pecundang yang ketakutan, dan memohon ampun padaku.
Short Story · Mafia
8.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Pergaulan Bebas di Usia 13 Tahun

Nurliani Damanik
Aina, seorang ibu rumah tangga begitu shock saat mengetahui anaknya yang masih duduk di bangku SMP, ketahuan hamil saat diperiksa dokter di salah satu Puskesmas. Kira-kira siapa pelakunya? Silahkan di baca, 'ya.
Young Adult
2.5K viewsOngoing
Read
Add to library
⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

⁠Dari Luka Menuju Kebebasan

Alena Pradita berdiri di tengah kerumunan sambil menggenggam dua tumpukan kertas. Yang satu adalah hasil diagnosis mati rasa emosional, sedangkan yang satu lagi adalah perjanjian kesepakatan cerai. Tiga jam sebelumnya, karena status perkawinannya di sistem rumah sakit menunjukkan bahwa Alena telah bercerai, dia pun sengaja pergi ke kantor catatan sipil. Staf itu mendongak dan berujar, "Bu, kamu dan Pak Ardian memang sudah bercerai tiga tahun yang lalu." Ekspresi Alena seketika membeku. "Mana mungkin? Kami baru menikah tiga tahun yang lalu." Staf itu memastikannya lagi, lalu menjawab dengan nada yang agak aneh, "Benar, waktu perceraian memang di tiga tahun yang lalu, tepatnya ... tujuh detik setelah pernikahanmu."
Short Story · Romansa
10.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Morremos no Parto e Ele Só Pensava na Cunhada e no Bebê Dela

Morremos no Parto e Ele Só Pensava na Cunhada e no Bebê Dela

No dia em que a cunhada do meu marido, que morava sozinha, entrou em trabalho de parto, o meu marido me arrastou à força para o hospital para induzirem o meu parto, mesmo eu ainda estando só com sete meses de gestação. Ele me trancou na sala de parto, com a expressão tensa, e falou, desesperado: — Agatha Braga, o bebê que a Daise Diniz carrega tem uma doença raríssima. Se nascer assim, vai morrer logo que vier ao mundo. O médico disse que precisa do sangue do cordão umbilical e de células‑tronco especiais colhidas durante o parto pra salvar a vida dele! Meu irmão já morreu, eu tenho a obrigação de cuidar dela e da criança! Quando a agulha de dez centímetros para induzir o parto entrou no meu corpo, as contrações me rasgaram por dentro de um jeito que eu comecei a suar frio. No meio daquela dor, eu encarei o rosto dele e questionei, quase sem fôlego: — Eliel Paiva, a gravidez da Daise sempre correu bem. Como é que, de uma hora pra outra, o bebê dela tem uma doença tão rara? Eu é que precisei segurar a gravidez o tempo todo, e mesmo assim você quer que o nosso filho nasça antes da hora. Isso não é só acabar com a vida dele, é acabar com a minha também! Eliel franziu a testa, me segurou com força e me prendeu na cama do hospital: — Agatha, o médico já explicou. É só fazer o nosso filho nascer dois meses antes. Não vai acontecer nada com ele! Quando ele ouviu os gritos de dor da Daise na sala ao lado, pareceu se lembrar de alguma coisa. Me lançou um olhar cheio de desconfiança e disse: — Não vai me dizer que, só porque eu vivo cuidando da Daise, você quer aproveitar essa chance pra se livrar dela, né? Eu já te falei que só cuido dela por causa do meu irmão. Como é que você consegue ser tão cruel? Eu senti o sangue escorrendo por baixo de mim e comecei a chorar de desespero. Agarrei o pulso dele com o pouco de força que me restava e supliquei, com a voz quebrada, que, se ele poupasse o meu filho, eu aceitava o divórcio e deixava os dois livres pra ficarem juntos. Eliel me lançou um olhar impaciente, gelado, e respondeu: — Você está delirando. Eu sou o pai do nosso bebê. Como é que eu ia querer fazer mal pra ele? Quando o sangue do cordão umbilical do meu bebê e as minhas células‑tronco foram usados no bebê da Daise e o médico anunciou que mãe e filho estavam fora de perigo, só então o Eliel se lembrou de que também tinha uma esposa e uma criança esperando por ele em outra sala. Mas, quando ele empurrou a porta do meu quarto, não foi o choro do nosso bebê que encontrou. Sobre a cama, esperavam apenas dois pedaços de papel: as duas certidões de óbito: a minha e a do meu filho.
Short Story · Romance
8 viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
123456
...
14
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status