Dear, Pak Dokter
'
'Saat ini yang kuharapkan cuma satu, semoga kamu bahagia.
'Jika suatu saat nanti Tuhan masih memperkenankan kita untuk kembali bersatu, maka aku akan berusaha keras untuk kembali mengejar cintamu, mengharap kesempatan kedua darimu.'
'Dan kuharap kamu bersedia untuk selalu menungguku.'
Reanna mengusap air mata di pipinya. Dadanya nyeri sekali. Setelah sejenak mencoba menenangkan diri, ia segera mengetikkan balasannya.