WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI
suaranya lembut namun menusuk, “sudah berapa lama kau hidup dalam bayang-bayang ambisi? Kau mengorbankan segalanya demi takhta, tapi melupakan arti dari cinta dan pengabdian. Takhta tanpa cinta hanyalah kursi kosong.”
Kata-kata itu menusuk jantung Maheswari. Ia terdiam, tubuhnya bergetar, sebelum akhirnya menangis histeris. Penjaga segera membawanya keluar dari aula, meninggalkan kesunyian yang mencekam.
---
Mahkota Permaisuri
Pendeta kembali melanjutkan upacara. Mahkota emas bertatahkan permata diletakkan di atas kepala Arunika. Pada detik itu, sorak sorai membahana, menggetarkan seluruh istana.