Pernah nemu cerita kayak gini di novel romansa klasik, tapi versi lebih modern. Intinya, protagonis perempuan (biasanya dari keluarga biasa atau punya utang) dipaksa nikah sama pria tajir melintir yang umurnya tinggal hitungan bulan. Awalnya cuma kontrak, tapi lama-lama muncul chemistry. Pria itu ternyata enggak semenyeramkan rumor, malah punya sisi rapuh yang bikin si perempuan jatuh hati. Konfliknya muncul ketika kesehatan si pria mulai membaik—apakah hubungan mereka masih murni atau ada kepentingan? Plot twist favoritku: ternyata si pria sengaja pura-pura sakit demi mempertemukan mereka. Keterikatan emosional yang tumbuh perlahan bikin cerita ini selalu bikin deg-degan.
Yang menarik, tema ini sering dieksplorasi di drama Korea kayak 'The Last Empress' atau film Hollywood macam 'The Proposal'. Bedanya, di sini nuansa 'kematian' jadi tekanan ekstra. Bukan cuma soal uang, tapi juga pertanyaan: apa artinya mencintai seseorang yang mungkin besok hilang? Beberapa karya malah pakai angle dark comedy, kayak 'Harold & Maude', di mana perbedaan usia dan kematian justru jadi bahan lelucon pahit. Tapi endingnya selalu bikin mata berkaca-kaca—entah happy atau bittersweet.