Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku
“Kalau kamu bertanya kenapa aku memilihmu menjadi pasangan, aku pun bingung. Hanya saja hati ini yang menyuruhku untuk memilihmu. Dari pandangan pertama saat kita berjumpa, aku terpesona melihat kecantikan kamu, Nina. Aku pikir itu hanya perasaan takjub sesaat, atau hanya sebatas rasa nafsu seorang pria kepada wanita. Tapi semakin berjalannya waktu, aku merasa ada sesuatu berbeda di antara kita. Jantungku berdebar kencang saat tak sengaja bertemu tatap dengan matamu. Darahku berdesir hebat kala kulit kita saling bersentuhan. Dan, senyumku terukir begitu saja ketika menatap teduhnya wajahmu. Dan juga ketika kamu bersedih, di situ pula hatiku ikut terluka.”
Nina menjatuhkan air matanya tanpa s