AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU
*****
Ditempat lain
Di sebuah ruangan yang tertutup, gelap, berasap, dan terlihat kumuh namun mewah secara aneh di pinggiran kota, Arifin bertemu dengan sosok yang sudah lama dinantikannya.
"Bagus... pertunjukanmu tadi sangat bagus, Arifin. Sangat meyakinkan," suara itu terdengar serak, parau, dan penuh akan kebencian yang membara.
Itu adalah Nadia!
Wanita itu kini tampak sangat berbeda jauh dari biasanya. Wajahnya tirus dan pucat, matanya merah sembab seperti orang kurang tidur dan sering menangis, rambutnya terlihat berantakan, namun tatapan matanya... tatapan matanya penuh dendam yang sudah tak tersembunyi lagi. Ia sudah kehilangan segalanya, dan kini hanya tinggal rasa ingin membalas den
Bab Populer