Broken Heart
Kala itu juga aku mendekatkan tubuhku padanya, hanya memberi jarak beberapa senti saja.
"Jangan ngeyel!" Cercahku, menjitak pelan dahinya. Lalu tertawa lepas. Rupa-rupanya ia tidak terima dengan perlakuanku barusan, ia membalas. Hanya saja badannya kurang tinggi, tak sengaja pukulannya mengenai batang hidungku. Membuat aku sedikit meringis, bagaimanapun ini tetap sakit.
"Aww!" Ringisku. Kembali menyenderkan tubuhku di tembok.
Hot Chapters