MADU YANG BERACUN
“Kamu tidak bisa mempercayakan anak-anakmu sepenuhnya pada pengasuh. Kau tidak lihat berita-berita di televisi tentang pengasuh yang mencelakai anak majikan, kau tidak takut?”
“Kan ada kau ibu mertua! Masa tidak mau membantu memantau cucumu,” kata Jenar dalam hati. “Ini semua demi kelancaran jalanku,” lanjutnya.
“Mama terlalu banyak nonton televisi. Aku kenal Mbak dan dia tidak seperti itu,” ujar Jenar, “udah, ya, Ma. Jenar naik dulu. Mau mandi, gerah.” Jenar mengibas-ngiabasakan tangan di leher. Dia segera melesat ke atas, Bu Riana hanya mengikuti dengan pandangan mata.