Melepaskanmu, Melepaskanku, Melepaskan Cinta Kita
"Bu Noria, ini dari lembaga eutanasia di Swiss. Apakah benar Anda sendiri yang mengajukan eutanasia pada tanggal 25 Desember?"
Bulu mata Noria bergetar ringan beberapa kali. Nadanya sangat tenang. "Ya."
"Baik, pengajuan Anda sudah lolos verifikasi. Kami memberi waktu setengah bulan, silakan Anda mengatur urusan setelah kematian."
Baru saja telepon ditutup, pintu kamar tidur langsung didorong terbuka.
Aziel masuk membawa hawa dingin dari luar. Begitu melihat Noria, dia tersenyum sambil mengangkat kotak hadiah yang dibungkus dengan indah di tangannya. "Nori, selamat ulang tahun."
Noria tersenyum tipis. "Ulang tahunku kemarin."
Gerakan Aziel sedikit kaku, sekilas rasa panik dan canggung melintas di wajahnya.
"Maaf, akhir-akhir ini aku terlalu sibuk kerja."