Nah, kalau ditanya tentang ending 'Sanv', langsung teringat betapa emosionalnya aku menyaksikan adegan-adegan terakhirnya. Serial ini memang bikin penasaran dari awal sampai akhir, terutama soal hubungan utama yang rumit dan penuh lika-liku. Awalnya kupikir ini bakal jadi cerita cinta manis biasa, tapi ternyata penulisnya berani banget masukin konflik dalam dan eksplorasi psikologis yang dalam. Endingnya sendiri menurutku cukup memuaskan, meskipun nggak sepenuhnya 'happy' dalam arti konvensional. Justru ending yang dipilih terasa lebih realistis—ada rasa closure, tapi juga meninggalkan ruang untuk interpretasi penonton. Karakter utamanya melalui proses pertumbuhan yang signifikan, dan hubungan mereka berubah jadi lebih dewasa, meski nggak selalu sesuai ekspektasi penonton yang pengin semua beres dengan manis.
Yang bikin aku suka, ending ini nggak terjebak dalam klise. Ada scene-scene kecil yang bikin tersenyum, tapi juga momen pahit yang bikin nangis. Misalnya, adegan di mana mereka akhirnya ngobrol jujur tentang ketakutan masing-masing—itu bikin aku merinding! Kalau diukur dari perkembangan karakter dan alur cerita, ending ini memang 'happy' dalam versi mereka sendiri. Aku rasa penonton yang suka cerita dalam-dalam bakal apresiasi, meski mungkin yang cari hiburan ringan agak kecewa.