Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Lagi, ucapan Pak Haede berhenti sebab bersin. Setelah dipikir lagi, Kasami juga memutuskan meminum teh hangat. Maka, dua cangkir dan satu teko teh penuh dihidangkan dengan nampan. Usai menyeruput teh, Pak Haede berdeham memberi tanda kepada putrinya bahwa obrolan mereka sebagai ayah dan anak segera dimulai. Berawal dari Pak Haede melihat biji kenari di samping futon Kasami yang belum sempat dibereskan, dan biji kenari itu membuat rasa kesal kepada Orochi membuncah.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

Ragma terpaku, terkesima. Di dalam kotak itu terbaring sepasang katana kembar, hitam legam, mengkilat indah. Utomo mengangkatnya satu per satu, lalu menyerahkannya kepada Ragma. Pemuda itu segera berdiri sambil memegang salah satu katana tersebut. Sriing!! Ia mengeluarkannya dari sarung. suara desingnya terdengar keras, tajam, dan berwibawa. Utomo kemudian memberikan satu katana kembar lainnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Makanannya?" "Boleh minta makan juga? Oke, karena gue gak terlalu lapar, gue mau cemilan, apa aja yang rasa cokelat. Kalo bisa, sih, cake." "Oke." Tak lama, Raga datang membawa segelas susu dengan es batu yang sudah dihancurkan agak halus dan potongab cake cokelat di atas piring dengan sendok kecil disampingnya. Persis seperti permintaan Amora. Cewek itu menatap Raga tak percaya. "Gila. Ini markas apa kafe? Yang gue mau ada semuanya."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

Aku berjalan mendahului Henry namun dia dengan cepat mengikutiku dan berdiri di sampingku. “Mau pesan Takoyaki? Rekomendasi hari ini Takoyaki cumi-cumi dan keju. Anda mau mencobanya?” salah seorang asisten penjual menghampiriku dengan penuh ramah-tamah. Aku mengangguk menyetujui rekomendasi tersebut, “boleh. Untuk satu orang.” Asisten penjual tersebut tersenyum, “anda memiliki kupon?”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Mata Pak Rawa melotot Nyimas tertawa lepas, diikuti Hasta. Pak Rawa juga ikut tertawa melihat gigi Hasta yang hitam akibat bubuk kopi. Suara ketiga orang itu sengat keras mendominasi suara obrolan orang-orang yang sedang beristirahat di warung kopi. Belum ditambah lagi suara uap air panas yang keluar dari lubang kecil meramaikan suasana. Sampai ada seorang yang masuk tak disadari Nyimas dan Hasta.
9.82.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
Belum Siap Patah Hati

Belum Siap Patah Hati

ujar Kafka kemudian menyiapkan minuman yang diminta Alexa. “Lo suka hazelnut?” kata Kafka bertanya di sela-sela kegiatannya. “Iya,” balas Alexa. Gadis itu menatap Kafka yang terlihat tampan dengan balutan kaos polos berwarna abu dipadukan dengan celemek berwarna coklat. Jantung Alexa berdebar kencang, ia salah tingkah padahal hanya diajak mengobrol. Kafka kembali menatap Alexa usai menyiapkan pesanan gadis itu. “Berapa?” kata Alexa bertanya, ia menerima minuman berwarna coklat itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai cafe kitsune ashta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status