Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anak Jenius Milik Sang Presdir

Anak Jenius Milik Sang Presdir

cegah Ken, cukup gugup. Rimbun tidak peduli, cepat melangkah ke kamar mandi. 'Arg... Hancur sudah aku kali ini. Bodoh, Bodoh! Kenapa aku bisa murahan seperti ini sih?' Ken sungguh gelisah. Berjalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi. "Apa aku kabur saja ya. Ah, pengecut sekali aku. Atau pura pura pingsan saja." "ASTAGA! Seumur hidup baru kali ini aku ketakutan!!" Ken sungguh risau, dan penuh penyesalan.
9.3104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai cegukan karena apa
Baca
+Pustaka
I Know What You Eat

I Know What You Eat

Wajahnya panik dan gugup. “Kamu apa-apaan, sih? Kenapa tiba-tiba tanya hal pribadi seperti itu?” tanya si Tante dengan wajah curiga. “Saya mohon, Tante.. Ini darurat!!!” sambung Ken. Semua orang masih berusaha mencerna apa yang Ken katakan. Mereka saling bertanya-tanya satu sama lain mengenai apa yang tengah terjadi.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai cegukan karena apa
Baca
+Pustaka
The Alchemist's Touch

The Alchemist's Touch

Dan suara gigi yang bergemeretak. “K-kenapa…” Seketika ketakutan merayap di sekujur tubuhnya. ‘Tolong. Siapapun…’
10888 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai cegukan karena apa
Baca
+Pustaka
Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

tawanya canggung. Kecanggungan yang tentu membuat Rana terdiam bingung, "Ran, kenapa tiba-tiba kamu mau berhenti? Okelah kamu belum tentu mau, tapi kenapa kepikiran begitu?" "Kayaknya aku mau lanjutkan bisnis keluarga." "Hah?"
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai cegukan karena apa
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Ah, kenapa perasaan-perasaan aneh ini harus muncul untuk berkecamuk di pikiranku, sih? “Eh, kamu kenapa, sih, Ika? Tegang banget kelihatannya?” tanya Kikan sambil menggamit tanganku. Aku mengendikan bahu dna buru-buru menggelengkan kepala. “Entah.” “Kamu nggak suka kalau kita di sini? Bukannya kamu sendiri yang minta kita buat ikutan?” Pertanyaan Kikan yang selanjutnya membuat hatiku merasa semakin tergores. Pikiranku makin campur aduk dan seperti diterpa badai besar. Sebenarnya, apa sih, yang tengah menjadi dilemaku sekarang? Mengapa aku begitu kalut tanpa sebab alasan yang pasti begini?
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai cegukan karena apa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status