Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Ah, kenapa perasaan-perasaan aneh ini harus muncul untuk berkecamuk di pikiranku, sih?
“Eh, kamu kenapa, sih, Ika? Tegang banget kelihatannya?” tanya Kikan sambil menggamit tanganku.
Aku mengendikan bahu dna buru-buru menggelengkan kepala. “Entah.”
“Kamu nggak suka kalau kita di sini? Bukannya kamu sendiri yang minta kita buat ikutan?” Pertanyaan Kikan yang selanjutnya membuat hatiku merasa semakin tergores. Pikiranku makin campur aduk dan seperti diterpa badai besar. Sebenarnya, apa sih, yang tengah menjadi dilemaku sekarang? Mengapa aku begitu kalut tanpa sebab alasan yang pasti begini?