Jatuh Miskin Karena Selingkuh
“Tenang saja, Nita … aku telah berubah. Semenjak kau pergi meninggalkanku, aku menyadari bahwa hidupku sangat hampa tanpa cinta kasih. Aku tak akan menjadi pembunuh, atau menyewa pembunuh lagi.”
Berubah? Ingatan tentang kejahatan dan perselingkuhannya masih melekat dalam benakku. Haruskah aku menerima ‘berubah’ nya suamiku?
*
[Mas Kun tak mau melepaskanku walaupun ia telah menikahi Nita. Kami terus saja berhubungan, hingga aku hamil, Mas Kun sangat senang dan mau bertanggungjawab. Kami menikah, mau tak mau aku harus jadi istri kedua. Sungguh memuakkan! Ditambah lagi, bayi dalam perutku semakin membesar dan menghalangi karirku. Bagaimana mungkin seorang model papan atas sepertiku harus punya