Selir Sang Pangeran
Setelah menelusuri beberapa perguruan di kota terdekat, dia menemukan darimana lambang itu berasal.
Seingatnya, hanya satu orang dalam keraton yang pernah mempelajari ilmu bela diri di perguruan itu, yaitu Raden Wijaya. Raja melarang mereka mengikutinya karena dianggap sesat dengan mengajarkan sihir. Tindakan mengirimkan guna-guna, pelet atau membaca mantra sangat dilarang oleh keraton, sekalipun banyak yang diam-diam mempelajarinya. Namun, karena ilmu kanuragan yang diajarkan disana sangat mumpuni, maka raden ketiga diberikan izin.