Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir
Sorot lampu mengikuti sosok yang muncul dari balik bayangan.
Chloe melangkah ringan. Kostumnya putih, sederhana, tapi tetap memukau. Tubuhnya ramping dan lentur, rambut disanggul rapi. Ia tidak tersenyum.
Ia mulai bergerak. Lembut. Anggun. Setiap langkahnya di lantai kayu memunculkan gema samar, setiap gerakan tangannya seperti menyampaikan kisah tanpa kata. Gerakan Chloe bukan hanya indah, tapi juga emosional. Terlatih bertahun-tahun di akademi balet Eropa, ia tahu caranya membuat tubuh berbicara.