Bias Cinta
“Aku nggak ngasih kamu obat pèrangsang, bègo!”
“Kamu yang bègo.” Bias mendorong dahi Cinta dengan telunjuknya, lalu berdecak. Kali ini, ia mengerti, obat jenis apa yang diberikan Cinta padanya, “kalau mendadak ada pemeriksaan, terus aku di tes urin, hasilnya pasti positif nàrkoba. Tamat karirku! Gila kamu, kan!”
“Dari awal juga kamu sudah tau aku gila,” ujar Cinta membenarkan.