Luka Mila
Tangannya meraih gelas itu, nyaris terlambat, tepat saat gelas-gelas lain sudah saling beradu.
“Cheers.”
Mila mengangkat gelasnya, menyentuhkannya sekilas dengan gelas di sekitarnya. Bunyi denting kaca terdengar ringan, cepat, lalu hilang di antara suara obrolan.
Gelas itu ia dekatkan ke bibirnya. Kemudian menyesapnya sedikit lalu menurunkan gelasnya kembali ke meja dengan hati-hati. Jarinya masih melingkar di batang gelas, seolah belum siap melepaskannya.
Hot Chapters