Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Senyuman seorang petani sederhana yang untuk pertama kalinya dalam hidupnya melihat sesuatu yang lebih indah dari ladangnya sendiri. Dan di situlah semuanya dimulai. Bukan dengan kata-kata besar atau peristiwa heroik, tapi dengan sebuah senyuman di tepi jalan, di sebuah desa kecil yang terlupakan, pada suatu sore di akhir musim panas. Sebuah benih ditanam yang akan tumbuh melampaui kehidupan, kematian, dan bahkan alam para dewa.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Perjalanan Cinta dan Harapan

Perjalanan Cinta dan Harapan

Ia lalu menunjuk barisan paling depan, meminta siswa memperkenalkan diri satu per satu. Satu demi satu berdiri, memperkenalkan nama, hobi, dan cita-cita. Ada yang ingin jadi dokter, polisi, arsitek, bahkan ada yang bilang ingin jadi ketua DPR, membuat seisi kelas tertawa. Hingga akhirnya, giliran El. Ia berdiri perlahan, menatap seluruh teman-temannya dengan senyum tipis. “Halo, saya Zarael Narendra, bisa dipanggil El. Cita-cita saya jadi pilot... dan impian terbesar saya adalah bisa menerbangkan pesawat di luar negeri.”
585 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Membawa Kabur Benih Sang Paman

Membawa Kabur Benih Sang Paman

Langkahnya terhenti ketika melihat Steven duduk di tepi ranjang, memandangi sesuatu yang ada di tangan. Gambar. Kertas berwarna dengan coretan krayon: seorang pria berjas, seorang wanita dengan rambut panjang, dan seorang anak kecil yang berdiri di tengah-tengah mereka, tersenyum lebar. Di bagian atasnya tertulis dengan huruf besar-besar: “PAPA, MAMA, AKU.” Yara membeku. Steven menoleh pelan lalu mengangkat gambar itu. “Dia menggambar ini pagi tadi?” tanyanya kemudian.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

“Tanah di sini pernah disiram darah. Perang saudara membuat kami belajar arti kelaparan. Karena itu, setiap kami menanam, kami tidak hanya menaruh benih, tapi juga memohon agar tidak kembali ke masa di mana biji-biji tidak sempat tumbuh.” Di sudut ladang lain, seorang pria muda bermata tajam sedang mencatat sesuatu sambil mengambil foto. Kulitnya gelap, rambutnya keriting samar, dan sorotnya penuh semangat. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Ravi, wisatawan dari Kerala, India.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Penjaga Idaman

Penjaga Idaman

jawab Kastara setelah beberapa kali menghela napas panjang. “Segitu jauh ya ….” Shena terkulai lemas membayangkan perjalanan yang begitu jauh dari kota. Selama hidupnya dia belum pernah mendatangi kampung. Jadi dia tidak punya bayangan sama sekali tentang kampung. Pikirannya hanya kampung sama dengan sawah dan ladang! Tidak ada tempat hiburan, juga tidak ada tempat bermain seperti taman bermain di kota yang luas dan besar serta ramai.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

“Wuhu, yuhu, asyik, loh, loh Astagfirullah Hal Adzim, Allahuakbar!” Agung bagaikan seorang fristailer motor yang sangat handal menuruni bukit setelah diserempet mobil jib Roni. Bukanya celaka malah ia begitu menikmati berkendara menuruni tebing. Ajaibnya Agung malah menemukan jalan setapak kecil. Tempat para petani melewati tebing untuk mengangkut hasil kebun mereka yang rata-rata menggunakan sistem tera sering.
108.2K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Calon Istri Tuan Muda

Calon Istri Tuan Muda

Rasanya akan sulit bila sudah kembali ke kota dan melakukan pelatihan serta melanjutkan kerjanya sesuai perjanjian dan jadwalnya. Keinginannya untuk bermain di alam begitu kuat, tak terbantahkan, tak akan bisa diulurkan sampai nanti. Dia ingin sekarang! Dan, sepertinya semesta mendengarkan. Begitu hujan mendari kecil, pelangi yang terlukis mulai menghilang, tapi tetes hujan di mana-mana, di dedaunan, tanah, dan lainnya. Tiba-tiba saja dia melihat susunan sepau bot khusus petani yang biasa mereka pakai ke sawah atau kebun. Sebuah ide muncul saat itu dan senyumnya melengkung semakin lebar.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 283 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

Petani-petani pulang dari sawah, menenteng cangkul di tangannya atau menambatkan cangkul pada salah satu pundaknya. Wajah mereka tampak letih, namun semangat tetap ada di sana. Celana hitam-hitam setinggi lutut mereka pakai, melindungi diri dari teriknya matahari, dipadukan dengan topi lebar dari anyaman bambu. “Mari, Tuan Abimana!” sapa salah seorang petani yang melewati rumah Abimana.
1025.7K viewsCompletedAdded to Library 796 Times as pengembara petani bahagia
Show Reviews (20)
Read
+Library
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Read All Reviews
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Mereka terdengar begitu ceria menceritakan pengalaman kemarin saat mengunjungi beberapa tempat wisata. Pantai Indrayanti yang berpasir putih, pantai Parangtritis dengan deburan ombaknya, kebun buah Mangunan dengan pemandangan indah selaksa di atas awan dan pengalaman mereka ke pabrik bakpia patok seperti yang mereka inginkan selama ini. "Mayang tinggal bersama papanya saja karena mamanya sudah meninggal lima tahun lalu. Namanya tante Laila," cerita Mas Huda kemudian. Aku tak menjawab, tapi masih terus mendengarkan.
10100.8K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Dijodohkan Dengan Petani Tampan

Dijodohkan Dengan Petani Tampan

tukasku. “Seharusnya, kau coba saja temui dia dahulu. Siapa tahu, dia justru pria yang sangat tampan seperti Farhan,” usulnya berusaha untuk membujukku. “Memangnya apa yang kau harapkan dari seorang petani kampung Aretha? Seingatku, ayahnya saja kampungan, dekil, hitam, dia sangat menjijikkan. Dan pasti anaknya tidak jauh berbeda dengan ayahnya!” seruku dengan perasaan kesal.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status