KEMBALINYA SANG RATU
“Tanah di sini pernah disiram darah. Perang saudara membuat kami belajar arti kelaparan. Karena itu, setiap kami menanam, kami tidak hanya menaruh benih, tapi juga memohon agar tidak kembali ke masa di mana biji-biji tidak sempat tumbuh.”
Di sudut ladang lain, seorang pria muda bermata tajam sedang mencatat sesuatu sambil mengambil foto. Kulitnya gelap, rambutnya keriting samar, dan sorotnya penuh semangat. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Ravi, wisatawan dari Kerala, India.