Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10271.7K viewsCompletedAdded to Library 10.6K Times as contoh puisi berantai
Read
+Library
Dewa Immortal Naga Emas

Dewa Immortal Naga Emas

Mereka melanjutkan perjalanan, tetapi tidak jauh sebelum mereka terhenti oleh jebakan kedua. "Hah ... kok mudah sekali?" ucap Suma Hai yang awalnya mengira akan mendapati teka-teki yang panjang dan sulit. Kali ini, jalan mereka diblokir oleh sebuah jembatan kayu yang terbentang di atas jurang yang dalam. Di tengah jembatan, ada prasasti dengan sebuah teka-teki: "Teka-Teki Kedua: Aku tak pernah memulai, tapi aku selalu tiba. Aku tak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Aku adalah akhir yang tak seorang pun bisa hindari. Apakah aku?"
107.8K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as contoh puisi berantai
Read
+Library
SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN

Ucap Arina yang hanya bisa cengengesan. “Ada 1000 miliar puisi. Kamu bisa menggabungkan empat bait yang mana saja untuk membuat 1000 triliun puisi yang kamu mau.” Ucap Arka. “Hah? Haha!” Respon Arina. “Itu 10 pangkat 14 dan itu sangat unik. Itu sama sekali tidak jelek atau lusuh. Itu sangat istimewa! Sama sepertimu yang istimewa!” Ucap Arka.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 58 Times as contoh puisi berantai
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

“Kalian… kalian sudah membangunkannya.” Angin mendadak berhembus ke arah celah, menyedot debu, daun kering, bahkan batu-batu kecil. Aaron dan Ilham merasakan tubuh mereka tertarik. Telinga mereka dipenuhi bisikan yang kini berubah menjadi nyanyian rendah, seperti paduan suara yang datang dari kedalaman sumur tak berujung. > *“Namaku telah diucapkan. Rantai pertama patah. Aku datang.”*
102.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as contoh puisi berantai
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status