Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Cinta Pemain Wanita

Obsesi Cinta Pemain Wanita

lanjut Rasel, menjelaskan. Andriyan beranjak dari tempatnya. Dia mendekat ke arah meja tamu di ruang kerjanya ini. Cetakan undangan yang dia pesan sudah datang. Di sana tertulis namanya dan nama Devanda dalam satu sampul. Tangannya mengambil salah satu cetakan undangan itu. “Janji tetaplah janji. Yang bisa dipegang dari laki-laki adalah janjinya. Apalagi pernikahan itu adalah janji lisan antara dua keluarga.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Menjelang Pernikahan

Menjelang Pernikahan

“Ya … apapun nanti yang Bahtiar katakan, kamu sendiri yang bisa menilai. Yang pasti, biar bagaimanapun, kalian tetap harus bicara. Kalian juga perlu memutuskan langkah kalian ke depannya akan seperti apa. Kau tidak lupa kan kalau undangan kalian sedang dalam proses cetak?” Kini, gantian arisa yang menghela napas. Ia melupakan satu hal penting lagi. Undangan pernikahan mereka tak lama lagi pasti selesai dibuat. Hanya tersisa waktu kurang dari satu bulan, kertas berdesain indah itu harus segera disebar.
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 582 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

Pernikahan Dingin Dengan CEO Arogan

“Apa benar undangan yang beredar itu, Bu.” Lucky tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. Bukan dia beberapa karyawan juga terkejut sekaligus tidak menyangka. Apalagi jelas didalam undangan tertera kapan mereka menikah dan rentetan perjalanan mereka.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Kemudian mengambil sesuatu di atas mejanya. "Pak..."ucapnya saat berada di hadapanku. "Iya, ada apa?" "Ini undangan untuk Bapak.Maaf baru sempat saya berikan. Karena tadi harus segera meeting dengan Pak Adi."ucapnya sambil menyerahkan sebuah undangan pernikahan padaku. "Kamu mau nikah Lun? Selamat ya. Saya usahakan datang ke acara pernikahan kamu."ku ambil lalu kuletakkan begitu saja di atas meja.
10130.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Tukang Parkir Biasa

Suamiku Bukan Tukang Parkir Biasa

Ya kalaupun suami perempuan itu adalah teman Hasyim, apa iya dia harus serepot ini? "Nih." Tiba-tiba Hasyim memberi sebuah kertas undangan. "Datang dengan istrimu." Yuda sengaja menepikan mobil demi melihat dengan cermat isi kertas itu. Sebuah undangan pernikahan yang mana tertera di sana sangat tidak asing. "Ini temanmu?" Hasyim mengangguk.
9.9317.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Suriati Ramly
saran saya thorrr..kalau gak mahu update banyak² bab..jalan ceritanya jangan mutar mutar dong.kepanjangan jalan ceritanya.updatenya kelamaan dan babnya hanya sedikit membuatkan pembaca bosan menunggu kelanjutan cerita kapan selesainya...
Diana Ramly
yuda sepertinya ada rahsia ya.sangat mencurigakan tingkah lakunya.apa harus dinar hadapi lagi perselingkuhan dari suaminya setelah tunangannya?kalau iya memang kejam apatah lagi yang kedua ini suaminya.
Baca Semua Ulasan
Pengantin Pewaris Cavendish

Pengantin Pewaris Cavendish

Namanya tertulis di sana, berdampingan dengan nama pria di hadapannya: Jaiden Alastair Cavendish & Juliete Finnigan. Lidahnya kelu. Tenggorokannya kering. Tangannya bergetar kecil saat menyentuh permukaan undangan itu, seolah tak yakin apakah ia sedang bermimpi atau terjebak dalam teater aneh ciptaan pria itu. “Sudah dicetak,” ucap Jaiden ringan, senyuman mengembang lebar di wajahnya. “Pernikahan kita… akan menjadi tontonan yang indah.”
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
GADIS

GADIS

Aku akan melebarkan senyumku menjadi dua mili misalnya bahkan lebih dari itu. “Gadis, ada surat undangan dari temanmu, Ibu simpan di atas televisi.” Kata Ibuku pagi harinya, ketika aku habis mencuci. Sebenarnya aku masih agak trauma dengan kata undangan, melihat bulan september adalah bulannya orang menikah. Tapi aku menegarkan hatiku, bahwa aku harus terbebas dari rasa takut dan khawatir yang menjadi belenggu di alam bawah sadarku dengan cara menghadapinya. Surat undangan itu berbeda dengan undangan pernikahan pada umumnya, tidak ada nama kedua mempelai disitu. Setelah kubaca, aku lega, ternyata itu bukan undangan pernikahan melainkan undangan reuni akbar SMP. Apa? Reuni?
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Kaya

Dinikahi Berondong Kaya

“Oh, iya. Ini buat kamu. Emang masih lama, sih. Dan baru orang-orang terdekat yang aku kasih. Jangan lupa dateng, loh, ya.” Sudah. Hanya begitu saja. Setelah itu April pun keluar dari kamarnya. Tangan Sean meraba kasurnya untuk meraih kertas berbentuk persegi yang dilapisi plastik transparan mengkilat yang tadi diberikan oleh April untuknya. Ia hanya terdiam tanpa ekspresi ketika mengamati kertas undangan pernikahan berwarna biru dengan nama lengkap April dan Tara yang terukir dengan tinta berwarna emas.
1040.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Dua Hati, Satu Kehancuran

Dua Hati, Satu Kehancuran

Mereka sangat terkejut akan hal itu. Meskipun Radit tak ingin mengadakan pesta besar, aku tetap keras kepala menulis undangan, seolah itu semacam simbolik. Aku memasukkan undangan-undangan itu kembali ke dalam tas, menatapnya dengan wajah suram. Aku tak berniat menyembunyikan apapun, jadi aku berkata dengan jujur, “Ya, pengantin prianya sudah berubah, jadi undangan pernikahan juga harus diganti.”
27.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Sebelum bibir tipisnya berkata pelan, "Surat undangan?" "Iya, undangan pernikahanku dengan Jevan akhir pekan ini. Datanglah kalau kamu sempat, Narendra." Perkataan Nadisa sukses membuat Narendra membatu di posisinya. Kedua matanya menatap nanar pada undangan mewah di hadapannya. Dengan tinta emas yang menuliskan nama Jevano di samping nama Nadisa. "Ini … sungguhan?" lirih Narendra.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai tulisan undangan pernikahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status