Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Menetap di ruang sadarku, menempati ruang kosong di kepalaku, lalu mengurainya secara objektif. Kritik itu menembus sasaran dengan sangat akurat. Penulis opini itu benar. Aku memang berkompromi. Itu adalah pilihan sadar yang kuambil dan kukalkulasi dengan presisi saat merancang draf final. Pengamat itu menganalisis teksku dari kacamata teori hitam-putih di atas kertas. Di dunia akademik dan kritik sastra, menghancurkan sistem penindas hingga menjadi abu adalah satu-satunya bentuk kemenangan yang valid.
9.470.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Rindu sakit Hati sakit Kalau tidak ingin sakit Jangan merindu Jangan menaruh hati … Kael memasang wajah jijik membaca tulisannya sendiri. Dia mengacak rambut frustasi. Sudah satu jam, tapi tugas membuat puisi belum juga selesai. “Ngapain repot, kan tinggal tanya AI, beres.” Itu usul sesat Jaya kemarin saat Kael menanyakan tugas bahasa Indonesia membuat puisi bertemakan cinta.
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG

AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG

sungutnya "Emang fakta sih Ma, kalian menamakan diri perkumpulan wanita sosialita. Tapi tak tersentuh sedikitpun untuk melakukan acara sosial membantu sesama. Kalian hanya makan-makan direstoran atau kafe mewah samb arisan terus selfi-selfi. Lalu diumbar di unggah di I*******m. Aplikasi tempat untuk pamer kekayaan dan orang-orang yang pura-pura kaya," ucapku dari kejauhan.
1061.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Geram laki-laki itu dengan pipi menggembung dan tangan terkepal. Penyair Sinting tidak menanggapi. Sebaliknya dia mulai melantunkan bait-bait syairrnya. "Mengikis habis harapan yang sia-sia. Darah tertumpah terenggut jiwa kotor penuh Niat ingin menjadi penguasa .Menjadikan nurani tega melakukan segala. Lembah Bangkai. Manusia Kutukan. Siapa yang terkutuk. Yang lemah menjadi bangkai. Tapi engkau melenggang dalam tawa penuh dosa. Merampas segala. Demi menuai celaka. Demipara dewa. Ada keadilan di langit. Dunia penuh angkara. Sementara kekejian ada dimana-mana. Wahai adipati. Engkaulah sebab dari segala bala. Kini aku bertanya apakah kau telah siap menuai celaka?"
98.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Sudut bibirnya langsung berkedut. Puisi apaan ini? Jelas-jelas kumpulan lagu mesum. Dewa Perang langsung memaki, "Nggak tahu malu!" Faiz adalah seorang terpelajar. Karena penasaran, dia ikut mengambil buku kumpulan puisi itu dan membacanya sebentar. Setelah itu dia mengumpat, "Nggak pantas dibaca. Moral masyarakat benar-benar merosot, hati nurani manusia sudah nggak seperti dulu lagi. Ini benar-benar mencoreng dunia sastra!"
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.3K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Kita hidup saling bersinggungan dengan orang lain. "Pak, saya ingin Bapak memahami cara berpikir saya. Bukan masalah urusan mereka atau bukan. Tapi bagaimana pun kita ini makluk sosial bukan? Mau tidak mau kita harus mendengarkan juga kritik dan pendapat mereka. Itu namanya bunga rampai bermasyarat." Keira puas setelah mengungkapkan semua keresahan hatinya. Ia takut kalau ia nanti di cap sebagai janda kegenitan, karena langsung menikah padahal baru saja bercerai. Mulut orang sangat berbisa bukan?
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

Mendengar pertanyaan Austin, Rani langsung menoleh, walaupun sebenarnya gugup dan panik karena intonasi Austin yang tidak bersahabat, Rani mencoba mempertahankan ekspresi ketertarikannya pada karya Austin. "Saya bilang, karya ini adalah kritik sosial yang cerdas, Pak. Lihat bagaimana ikon-ikon merek global disamarkan dalam pola pointillism ini, seolah menyindir bagaimana kapitalisme menyusup ke setiap celah kehidupan kita."
1037.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10271.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Sang Kritikus Seni Menyelamatkan Dunia

Transmigrasi Sang Kritikus Seni Menyelamatkan Dunia

Teo mengeluarkan ponselnya, membuka salah satu aplikasi media sosial dan mengunggah sesuatu di sana. Teo memutar sebuah rekaman suara yang berisi sepotong percakapan mereka beberapa menit yang lalu, termasuk suara dari pukulan-pukulan yang dilayangkan kepada Teo. Dan semua itu telah Teo unggah menggunakan sebuah akun anonim di media sosial. “Dalam hitungan menit, nama kalian akan menjadi pembicaraan hangat di media sosial.” Teo tersenyum sinis. “Mulai saat ini, aku, Teo Andersen, tidak akan pernah takut dengan orang seperti kalian.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai contoh puisi kritik sosial
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status