DINODAI SUAMI SENDIRI
"Ogah! Kamu pikir aku dukun? Pulang gih, sono. Nulis, nulis..."
Aku dan Zein makan siang di kafe tempat biasa kami makan. Dia sibuk memainkan gawai murahannya. Ya, paling cuma dengan spec ram tiga giga aja. Iyyuh... pasti lelet banget. Mana layarnya retak, mirip jaring spiderman. Mau mengirimkan foto cantikkupun, jadi mikir. Kulit halusku bakal nampak bergaris di layar gawainya.
Dia tampak serius. Jari-jari panjangnya, dengan lincah menari salsa di seluruh layar. Cha cha cha. Sampai-sampai, aku yang super cantik menggelitik ini nggak dihiraukan sama sekali.