LOGIN"Pernikahan ini tak pernah kuinginkan, tapi apakah hatiku juga akan berubah?" Rila tak pernah membayangkan hidupnya berubah drastis setelah perjodohan mendadaknya dengan Arga, saingan terberatnya di sekolah sekaligus ketua OSIS yang dingin dan arogan. Di balik wajah tampannya, Arga menyimpan kebencian yang Rila tak pernah mengerti. Bagaimana mungkin ia harus menjadi istri pria yang selalu ingin mengalahkannya? Di tengah pertarungan akademik, cinta segitiga, dan rahasia masa lalu, Rila harus mencari cara untuk bertahan. Namun, apa jadinya jika kebencian perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih manis? Apakah cinta bisa tumbuh di tengah persaingan?
View MoreSuara napas Elang yang memburu dan bau menyengat dari cairan kimia itu memenuhi ruang lab yang pengap. Aku bisa merasakan tubuh Elang yang bergetar hebat di pelukanku. Dia meringis, giginya gemeletuk menahan perih yang pasti luar biasa di punggungnya."Elang... kamu bodoh! Kenapa harus ngelakuin ini?!" tangisku pecah. Aku mencoba melihat punggungnya, tapi dia malah semakin mengeratkan pelukannya, seolah-olah jika dia lepas sedikit saja, Ericka akan kembali menyerangku.Ericka berdiri mematung. Botol kosong di tangannya jatuh ke lantai, menimbulkan bunyi dentang nyaring yang memecah keheningan. Wajah angkuhnya luntur, berganti dengan ekspresi pucat pasi. Dia tidak menyangka Elang akan senekat itu."Elang... aku... aku nggak maksud nyiram kamu! Harusnya dia! Harusnya cewek kegatelan ini!" teriak Ericka histeris, menunjukku dengan telunjuk yang gemetar."Pergi, Ericka," desis Elang. Suaranya rendah, penuh tekanan, dan sangat dingin. "Sebelum gue lupa kalau lo itu perempuan, pergi dari si
Aku duduk sendiri di taman belakang sekolah, membiarkan angin sore yang dingin menampar wajahku. Hati ini terasa berat, bahkan napas pun terasa sesak. Sejak perkelahian Arga dan Elang tadi, pikiranku makin kacau. Bukan hanya tentang mereka berdua, tapi juga tentang Viona. "Apakah Arga sudah tahu?" Aku meremas rok seragamku erat-erat. "Tentang aborsi itu. Tentang rahasia besar Viona yang mungkin bisa menghancurkan perasaanya." Aku menggigit bibirku. Seandainya saja aku tidak membuka map dari Ericka... Seandainya saja aku tidak tahu aib itu, mungkin aku bisa hidup sedikit lebih tenang. Tapi sekarang? Aku merasa seperti duduk di atas bom waktu. Kalau Arga tahu, apa yang akan dia lakukan? Marah? Kecewa? Merasa bersalah karena pernah menyayangi Viona? Atau justru membenciku karena merahasiakan fakta ini. Apakah Viona sengaja menutupi semuanya? Dan itu sebabnya dulu dia tiba-tiba menghilang, memutuskan semua hubungan dengan Arga tanpa alasan jelas? Aku menggenggam ponselku, tergoda
Semua konsep sudah ditempel di mading, peserta sudah terdaftar, bahkan pembagian tugas panitia pun rampung. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, aku dan Arga bisa kembali fokus ke pelajaran. Hari ini, suasana sekolah lebih tenang. Hanya derap kaki siswa dan suara lonceng yang sesekali memecah kesunyian. Saat aku baru saja meletakkan bukuku di meja, seseorang menarik kursiku dari belakang dengan heboh. "Heyy... akhirnya aku bisa ngobrol sama kamu juga!" seru Silvia, sahabatku, sambil menjatuhkan dirinya ke kursi di sampingku. Aku tertawa kecil, merasa hangat melihatnya. "Kayaknya kamu sibuk banget ya akhir-akhir ini. Pentas lah, rapat lah... pacaran lah." Silvia menyenggolku dengan sikunya, menggoda. Aku memutar mataku pura-pura malas. "Pacaran apaan, Sil? Capek tau urusan sama bocah itu." Sambil menunjuk Arga yang asyik membaca di pojok kelas, tampak sangat... serius. Atau setidaknya pura-pura serius. Silvia tertawa geli. "Tapi kalian lucu tau, kayak kucing s
Malam itu, aku duduk di ruang tamu rumah kami, mengutak-atik ponsel tanpa fokus. Arga keluar dari ruang belajarnya, menguap sambil menyeret langkah mendekat. "Kenapa lemes gitu?" tanyanya curiga, duduk di sampingku. Aku menoleh sebentar, lalu mengembuskan napas. "Arga... ada masalah," gumamku. Arga mengernyit. "Masalah apa? Jangan bilang berantem sama Viona lagi?" Aku menggigit bibir bawahku, ragu-ragu. "Ada rekaman," kataku akhirnya. "Ericka punya rekaman... tentang aku dan Viona." Arga langsung duduk tegak, matanya membulat. "Rekaman apa?" Aku menunduk. "Dia tahu soal... soal kita," bisikku nyaris tak terdengar. Suasana langsung membeku. Arga mengusap wajahnya kasar. "Sialan." "Aku harus cari cara supaya Ericka hapus rekaman itu," lanjutku, mulai panik. "Kalau nggak... semua orang bakal tahu." Arga berpikir keras, ekspresi wajahnya serius. "Kamu mau aku yang urus?" Aku menggeleng cepat. "Kalau kamu ikut campur, malah makin mencurigakan," kataku. "Aku yang harus beres
Aku sedang asyik membaca buku di bangkuku, mencoba mengabaikan dunia luar yang terus-menerus mengacaukan pikiranku. Tiba-tiba, suara langkah kaki mendekat. Aku mendongak, dan di sana berdiri Arga, dengan ekspresi yang sulit kuartikan."Rilla," panggilnya, suaranya terdengar serius.Aku mengerutkan
Aku masih ingat dengan jelas hari pertama aku bertemu Elang. Saat itu, aku baru saja dipindahkan ke sekolah ini, dan semuanya terasa asing bagiku. Saat wali kelas memperkenalkanku kepada seluruh siswa, aku merasa gugup, tidak tahu harus bersikap bagaimana.Tapi ketika jam istirahat tiba dan wali ke
Keesokan harinya, ketika aku terbangun, kamar terasa sunyi dan kosong. Arga sudah tidak ada di sana. Aku melirik jam di meja samping tempat tidur, masih menunjukkan jam 6 pagi.Biasanya, Arga masih ada di rumah atau setidaknya di kamar pada waktu seperti ini. Tapi kali ini, tidak ada jej
Arga melepaskan ciumannya dan menatapku dengan ekspresi campur aduk. "Bau apa ini?" tanyanya, matanya melotot dengan heran.Aku langsung mendorongnya, merasa tersinggung. "Apa maksudmu? Aku tidak sebau itu!" kataku tegas sambil cepat-cepat mencium bau tubuhku.Mungkin aku memang tidak wangi, tapi t
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews