Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Keputusan yang Berbeda, Takdir yang Tak Sama

Keputusan yang Berbeda, Takdir yang Tak Sama

Aku menatap kontrak pernikahan Keluarga Varsali yang didorong ayahku ke seberang meja. Tanpa ragu, kutulis nama saudari tiriku, Dina, lalu kusodorkan kembali. Ayahku terdiam membeku. Kemudian, matanya menyala dengan antusiasme konyol, seolah-olah baru saja memenangkan lotre. "Kenapa kamu kamu mau memberikan kesempatan sesempurna ini pada adikmu?" Di kehidupan sebelumnya, pernikahanku adalah bahan tertawaan semua orang di sekitarku. Aku si penyihir kecil liar berambut merah yang berani masuk ke dunia Cassius Varsali, pewaris sekaligus pemimpin Keluarga Kriminal Varsali. Aku tak pernah sempurna, apalagi patuh. Dia menyukai gaun bak dewi, aku memakai rok mini dan menari di atas meja. Dia menuntut keintiman yang misionaris, tradisional, dan patuh, aku ingin berada di atas, menungganginya, tenggelam sepenuhnya. Di sebuah gala, para istri kalangan atas mentertawakan rambutku, gaunku, dan keliaranku. Kupikir setidaknya dia akan berpura-pura membelaku, tetapi dia tidak melakukannya. "Maafkan dia. Dia belum ... terlatih dengan baik." Terlatih. Seperti anjing. Sepanjang kehidupan terakhirku, aku tercekik di bawah aturannya, membengkokkan diriku hingga berdarah agar pas dengan bentuk yang dia inginkan, sampai malam rumah kami terbakar. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke momen ketika pertama kali mengetahui perjodohan itu. Aku menatap kontrak di hadapanku. Kali ini? Kurasa para pria klub malam lebih cocok untukku. Namun, saat Cassius menyadari pengantinnya bukan aku, dia menghancurkan setiap aturan yang selama ini dia pegang teguh.
Cerita Pendek · Mafia
1.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Sinopsis Dentuman keras mengguncang jalanan. Jeritan manusia, suara klakson yang memekakkan telinga, dan bau logam terbakar bercampur dalam kekacauan yang mengerikan. Amira tersentak sadar, kepalanya berdenyut hebat, darah hangat mengalir dari pelipisnya. Namun, itu semua tidak ada artinya. Yang lebih penting—yang lebih menyesakkan—adalah tubuh mungil di sampingnya. "Amanda... Sayang... bangun..." Suara Amira bergetar, tangannya gemetar saat menyentuh wajah pucat putrinya. Ada darah di dahinya, napasnya lemah, terlalu lemah. Dengan panik, Amira merogoh ponselnya, menekan nomor suaminya. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tidak diangkat. "Reza, angkat! Tolong!" Tangisnya pecah, putus asa. Lalu, sirene ambulans terdengar. Harapan menyala di dadanya saat ia melihat seseorang berlari ke arah tim medis. "Reza..." bisiknya, nyaris tak percaya. Tapi langkah suaminya bukan menuju dirinya. Mata Amira mengikuti langkah tergesa-gesa itu. Di seberang sana, seorang wanita terbaring di atas tandu, wajahnya pucat. Di sampingnya, seorang anak laki-laki juga terluka. "Reza... tolong selamatkan anak kita..." suara wanita itu lirih, namun cukup menusuk telinga Amira. Dunia Amira seakan berhenti. Anak kita? Jantungnya mencelos, perih yang tak tertahankan menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, kalimat berikutnya menghancurkan sisa-sisa kekuatannya. "Aku harus menyelamatkan mereka," suara Reza penuh kepanikan. Amira ingin berteriak. Ingin memanggil nama suaminya. Ingin memohon. Tapi ambulans itu melaju, membawa Reza pergi. Meninggalkannya. Meninggalkan Amanda. Di saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, pria yang seharusnya menjadi pelindung mereka justru memilih wanita lain. Air mata Amira jatuh, bercampur dengan darah yang mengalir di pipinya. Hatinya hancur. Bukan hanya karena pengkhianatan. Tapi karena hari itu, ia menyadari... Nyawa mereka tak lebih penting dibandingkan cinta terlarang suaminya.
Rumah Tangga
101.0K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Rina Asterina
Arya Saloka adalah pemuda biasa pencari kayu bakar di hutan, tanpa sengaja suatu hari ia menemukan bayi di tengah hutan. Setelah penemuan bayi yang baru lahir tersebut akhirnya ia memutuskan untuk mengasuh dan membesarkan ia hingga besar. Bayi kecil tersebut bernama Rangga. Tanpa ia sadari banyak keajaiban selama ia membesarkan Rangga. Namun sampai usia Rangga belum genap 5 tahun ia dilarang pergi jauh dari rumahnya terlebih ke hutan tempat ia di temukan sewaktu bayi. Ternyata Rangga adalah titisan dewa dan selir dari kerajaan Budaya di seberang kampung duku (kampung tempat tinggal Arya). Ia di buang saat baru dilahirkan karena pihak kerajaan merasa itu adalah aib bagi pihak kerajaan. Saat Rangga beranjak dewasa ia mendapat mimpi mendapatkan tongkat emas ajaib dari dalam tanah tempat ia bertapa. Ternyata tongkat tersebut adalah tongkat pusaka yang di perebutkan oleh banyak pendekar di sekitar kerajaan Budaya dan Galungan. Perjalanan panjang Arya dan Rangga dalam pencarian tongkat emas ajaib mengalami banyak rintangan. Setelah beberapa tahun berkelana Rangga bertemu Dewi yang ia tidak ketahui asal usulnya. Ternyata dia adalah anak dari Sri Dewi Paduka yang berarti Dewi adalah saudara tirinya. Rangga yang terlanjur jatuh cinta pada Dewi hampir saja putus asa dalam pusaka sakti tongkat emas. Sebelum misinya berhasil ayah angkatnya (Arya Saloka) mengalami lumpuh karena mendapat penyakit langka yang di kirim oleh musuh bebuyutannya Ardani. Namun pada akhirnya ia bisa mendapatkan tongkat Emas sakti tersebut meski harus mengorbankan cintanya terhadap Dewi. Rangga menjadi satu-satunya pemuda yang dapat mencabut tingkat emas sakti dari dalam persemayamannya di dalam gua. Ia menggunakan kesaktian tongkat ajaib itu untuk membantu kampungnya yang sedang di landa kekeringan panjang.
Pendekar
102.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status