Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Pembalasan Istri Sah: Identitas Tersembunyi Rani

Terlalu sering dia menyalahkan orang lain atas kesalahan nya, kini Tedi merasakan akibat dari perbuatan nya. Pulang dari puskesmas, Tedi tidak langsung menuju ke rumah, melainkan pergi ke tepi sungai dan berniat untuk memenangkan diri. Mencari tempat yang sepi hanya untuk menangis, agar tidak ada orang yang menghakiminya. Turun dari motor, Tedi berjalan dengan lemah. Seperti orang linglung, dia menapaki jalan yang dipenuhi rumput. Terlihat jelas jika di sana, jarang sekali dilewati oleh manusia.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Bermain Api Dengan Tetangga

Bermain Api Dengan Tetangga

Dari celah pintu Arumi melihat dunia yang selama ini ia rawat runtuh perlahan. Leonard ada di sana, duduk di tepi ranjang. Tangannya menggenggam tangan perempuan lain. Jarak mereka terlalu dekat untuk sekadar salah paham. Arumi menelan ludah, matanya panas tapi tak ada air mata yang jatuh. "Mas...."
613 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!

Aku Tidak Menargetkanmu, Tuan!

Di Tepi Sungai Setelah berjalan-jalan sejak tadi, mereka akhirnya tiba di tepi sungai Seine. Sungai itu berkilau diterpa cahaya matahari, jembatan-jembatan tua membentang indah di atasnya. Kenan menarik Natasya lebih dekat ke tepi, seolah ingin memperlihatkan pemandangan dari sudut terbaik. Natasya menahan langkah. “Aku bisa melihatnya dari sini. Tidak usah terlalu dekat.” ucap Natasya.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

Nayla dan Tom berpose di tepi pantai, dengan Jack selalu berada di dekat Nayla, menawarkan botol air atau membantu mengatur tripod. Selanjutnya, mereka ke Atuh Beach, yang terkenal dengan tebing-tebingnya yang dramatis dan pasir putihnya. Nayla terkagum-kagum dengan pemandangannya, dan Ethan merekam mereka berlari di pasir sambil tertawa. Jack, seperti biasa, memperhatikan Nayla, memastikan ia tak tergelincir di bebatuan. Tom, yang fokus pada Nayla, tak menyadari perhatian lebih dari Jack.
10367.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.5K kali sebagai di tepi
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
SUAMIKU MATI DI TANGANKU

SUAMIKU MATI DI TANGANKU

Ada tepian berpasir, riak danau nan lembut menyambut kaki kami. "Kita kemana lagi?" tanya Rinda dengan napasnya yang satu-satu. Aku tak punya jawaban untuk pertanyaan itu. Mataku mengendar ke sekeliling. Gelap! Hanya ada tumbuhan bakau berlumpur mengelilingi kami. "Kita coba ke sana," tunjukku ke sisi kiri.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Dosen Tengil

Istri Mungil Dosen Tengil

berkelok-kelok, dan juga sedikit terjal. Siang menjelang sore, matahari sudah bersiap untuk tenggelam. Pesisir pantai mulai dipenuhi dengan desakan para turis. Sebagian duduk di tepi pantai, menikmati angin sore ditemani dengan minuman seperti Tequila, es kelapa muda, dan jenis minuman dan snack ringan lainnya. Aku dan Chika memilih pergi berdua. Ya walaupun, nanti malam kami akan makan steak bersama juga. Parlin memandu yang lain.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 812 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
SANG PEWARIS PERKASA

SANG PEWARIS PERKASA

Dilihatnya bajingan itu yang sedang mengamuk tak jelas. Seulas senyum terbit di sudut bibir Aaron. Perang akan segera dimulai. *** Satu pekan kemudian. Jalan berbatu di tepi lautan dan perbukitan di kaki Gunung Elvert. Angin cukup kencang menyapu pasir di sekitar pantai. Dari kejauhan terlihat sebuah kapal yang sedang menuju tepian. Seorang laki-laki memantaunya menggunakan teropong.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Kontrak Pernikahan Sang CEO

Kontrak Pernikahan Sang CEO

Para pengunjung kebanyakan berkumpul di tepi pantai, duduk berlesehan menggunakan alas piknik yang dibentangkan di atas pasir. Beberapa orang terlihat bermain di tepi laut, bertelanjang kaki dan merasakan gulungan ombak membilas kulit mereka. Ada musik jazz yang diputar dengan volume yang menenangkan di telinga. Stand-stand makanan berjejer di sisi kiri pantai, dikerumuni oleh banyak pengunjung yang antri untuk membeli. Layla tersenyum menatap kumpulan anak-anak yang berlari-lari kecil sambil memainkan lampu led yang berkerlap-kerlip.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Tunggang langgang Utep berlari, terjatuh dan kembali berlari. ”Hantu! Hantuuu!” Alina dan Erika berdiri melihat Utep yang tergesa-gesa dan menaiki motor, tanpa berpamitan dengannya. Alina memanggil Utep, tetapi lelaki itu sudah jauh meninggalkan halaman rumah. Erika sudah lebih dulu memasuki kamar, melihat apa yang Utep lihat dan kembali pada Alina untuk memberitahu tentang itu semua.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Kubuat Miskin Suamiku Dan Keluarganya

Kubuat Miskin Suamiku Dan Keluarganya

Tapi kondisi Risa tak lagi seperti awal pergi. Diam-diam Indra mengikuti kemana Risa pergi. Risa terus saja berjalan hingga ke persimpangan yang agak jauh dari kosan tempat dia tinggal. Sesampainya disana seperti biasa, Tedi sudah menunggunya. Setelah nampak Risa, Tedi pun turun lalu merangkul pinggang Risa dan mengecup bibir Risa dengan singkat, tapi hal itu cukup membuat Indra mengepalkan tangannya dengan nafasnya yang memburu. Sungguh kedua manusia itu tidak tahu malu melakukan hal menjijikkan itu di tempat umum. Padahal saat ini mereka tengah berada di jalan besar. Sedangkan Indra memperhatikan kedua insan itu dari pangkalan ojek yang tidak jauh dari tempat Risa dan Tedi berada.
8.967.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai di tepi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status