Wanita Sandwich
"Nggak, sih. Tapi, kurasa kita masih satu desa. Ayo, berangkat. Keburu siang, nanti panas."
Jadi, dua sepeda itu berjalan menyisiri jalanan di pinggiran kota yang masih terdapat sawah dan sungai dangkal. Tami begitu menyenangkan untuk menjadi teman bicara serta menanggapi ocehan Selena dengan baik. Alih-alih, Rostiana hanya sesekali tersenyum dan memilih untuk mendengarkan saja.
"O iya," celetuk Selena, menjulurkan leher melewati lengan Tami, "Kita belum berkenalan."
Hot Chapters