Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Maafkan Mami karena telah memaksamu, Ri. Mami pikir, hanya Dayu yang cocok denganmu. Dayulah yang bisa mengobati kesakitanmu akan cinta. Mami berani jamin jika hidupmu akan bahagia bila menikah dengannya. Bukan sekadar karena limpahan harta, tetapi Dayu adalah lelaki yang penyayang dan bertanggung jawab.”
Aku tetap menggelengkan kepala. Menatap Mami dengan penuh harap agar dia berhenti memaksa. Cinta tak semudah itu. Hati pun sulit untuk membukakan pintunya kepada seorang yang bukanlah idaman. Bukan karena fisik, status, atau apalah itu. Aku hanya sudah telanjur kecewa pada Pak Dayu dan segala kelicikannya. Semua itu sudah lebih dari cukup kujadikan alasan untuk tidak menerima cintanya.