Sentuhan Pria Dewasa
Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.
“Hari ini rame banget,” katanya lagi. “Semua orang ngucapin selamat sama kita.”
“Hm.”
“Ucapan selamat, senyum, pertanyaan aneh-aneh… aku sampai pusing juga nanggepin nya.”
Arkana membuka mata, menunduk sedikit, lalu mengecup rambut Narine. “Itu konsekuensi tunangan sama pak bos.”
“Jangan nyebut bos,” protes Narine, suaranya manja. “Di kamar ini kamu bukan bos.”