Tujuh Dosa Besar
Dia enggan berdamai, sebelum mereka berdua yang meminta maaf padanya.
“Maaf,” lirih Dida penuh dengan penyesalan. “Maaf. Maafkan aku. Aku tahu ini terlambat, tapi aku benar-benar menyesalinya. Jujur hidupku nggak tenang setelah melakukan perbuatan saat pandemi kala itu. Maafkan atas sikapku yang merugikan dan sampai menghilangkan nyawa kalian.” Dida bermonolog sendiri, dia terus menangis, sampai-sampai tanah di bawahnya itu terlihat basah.
Bab Populer