ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
Doa panjang di panjatkan Zahira, dengan linangan air mata, berdoa untuk kesembuhan sang ibu yang kondisinya semakin memprihatinkan, berdoa untuk sang suami, yang berada di penjara.
Sementara Amanda sedang marah di seberang ponsel.
“Kamu bodoh ya, mencelakai gadis seperti itu saja gagal!” gertak Amanda
“Gadis itu bisa ilmu bela diri, jadi aku kewalahan mencelakainya, tadi juga ada yang datang menolongnya.
“Jangan banyak alasan.” Bentakan Amanda mengakhiri pembicaraan di seberang ponsel.