Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Henry duduk di ruang privat bar, dia minum sebotol demi sebotol dengan perasaan frustrasi.
Entah sudah berapa lama Henry merasa tidak bisa tidur nyenyak.
Menghilangnya Vina membuat Henry tidak betah tinggal di rumah.
Meskipun Henry sudah banyak minum minuman alkohol, dia tidak mabuk, sebaliknya kesadarannya makin penuh.
Henry makin menyadari bahwa sudah kehilangan Vina.
"Hehe." Henry memeluk botol sambil tertawa getir.
"Vina, maafkan aku. Nggak seharusnya aku minum alkohol, padahal aku tahu kamu nggak suka bau alkohol di tubuhku …."