Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Saat berusia sembilan tahun, aku terkena gelombang kejut dari ledakan saat menyelamatkan Andre Yunandi, dan sejak itu aku memakai alat bantu dengar. Dia merasa sangat bersalah. Dia berinisiatif melamarku, bersumpah dengan mata merah, “Dik Tasya, aku akan melindungimu seumur hidupku.” Tetapi di tahun saat kami berusia delapan belas tahun. Demi lulus tes di depan gadis idaman sekolah, Andre sendiri melepas alat bantu dengarku. Di depan gadis idaman sekolah itu dan teman-teman sekelasku, dia berkata dengan nada jijik, “Si Beban, aku sudah muak denganmu sejak lama.” “Tahun itu, saat kamu berusia sembilan tahun, aku benar-benar berharap kamu tidak diselamatkan dan justru meninggal.” Aku menggenggam laporan pemulihan telingaku, tak mengucapkan sepatah kata pun. Sesampainya di rumah, aku diam-diam mengubah pilihan seleksi nasional berdasarkan tes-ku. Setelah itu, aku pergi bersama orang tuaku ke rumah Andre untuk membatalkan pertunangan. Andre, mulai sekarang, pertemuan kita berakhir di sini. Aku dan kamu, tak perlu lagi bertemu.
Baca
Tambahkan
Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Di kehidupan lalu, suamiku tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan meninggal. Dia juga meninggalkan sejumlah besar utang. Demi putraku yang masih SMA, aku menjual rumah yang diwariskan orang tuaku dan bekerja 3 pekerjaan untuk membayar utang. Setelah terlalu banyak bekerja, aku jatuh sakit dan akhirnya masuk rumah sakit. Di samping ranjang pasien, putraku yang sudah diterima di universitas bergengsi malah menelepon dengan gembira. “Halo? Ayah, ini aku. Wanita ini sudah mau mati. Aku ada belikan asuransi untuknya. Kita setidaknya bisa dapat kompensasi 10 miliar. Kamu dan Bibi Susi cepat kembali dari luar negeri.” Bibi Susi yang dimaksudnya adalah teman semasa kecil dan juga tetangga suamiku. Ternyata, yang disebut utang itu adalah hasil pencucian uang dalam jumlah besar yang dilakukan suamiku dan kekasih gelapnya. Demi menutupinya, mereka membuat pembukuan palsu, bahkan berpura-pura mati untuk menghindari tanggung jawab hukum. Sementara itu, demi menjadi anak orang kaya, putraku membiarkanku mati karena kelelahan. Saat membuka kembali mataku, aku sudah kembali ke hari di mana suamiku berpura-pura mati.
Baca
Tambahkan
Kakakku Bukan Kakakku

Kakakku Bukan Kakakku

"Tidak, tiga terlalu banyak, aku bakal kapok..." Dua teman sekelas kakakku dari sekolah khusus olahraga mengangkat kakiku, satu di kiri dan satu di kanan, lalu menggantungku di udara, mereka meremas bokongku yang montok. Ada teman lainnya di depanku, suaranya agak serak. "Gadis lemah sepertimu harus dilatih dengan keras." Sambil berkata demikian, dia merobek celana dalamku yang sudah basah...
Cerita Pendek · Gairah
11.3K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pewaris Tunggal

Pewaris Tunggal

Dia bukan anak kandungku, wajahnya saja berbeda...Brandon pun terhenyak, tak pernah sekalipun dalam mimpi kalau Bahar yang selama ini ia anggap ayahnya bukan bapak kandungnya! Pencarian pun Brandon lakukan, tak dia duga ayah aslinya bukan orang sembarangan dan selama bertahun-tahun mencarinya. Tapi dendam keluarga membuat hidup Brandon penuh dengan bahaya, harta warisan yang dia terima mengubah hidupnya. Bukannya hidup enak, tapi justru berhadapan dengan pembunuh-pembunuh bayaran yang kejam dan Brandon pun hanya punya dua pilihan, membunuh atau di bunuh. Brandon tak tinggal diam, diapun rela melepas harta warisan triliunan, untuk mencari siapa dalang pembunuh ayah kandung dan berambisi merebut harta milik ayahnya. Brandon rela menjadi Ketua Geng/Preman yang kerjanya menggunakan otot dan kekerasan, di mana nyawa bak tiada harganya. Karena senjata dan kepalan tanganlah yang bicara dan menjadi menu sehar-hari di dunia hitam ini. Brandon juga harus berhadapan dengan kisah asmaranya yang pelik. Cinta satu malamnya dengan seorang sekretaris CEO nya di kantor tak pernah Brandon duga berbuah. Petualangan nya dengan beberapa wanita membuat si Sekretaris itu menolak terbuka dinikahi Brandon. Apalagi Brandon di kelilingi musuh-musuh yang kejam dan selalu mengincar nyawanya. Brandon sudah melangkah terlalu jauh, dia tak mungkin mundur.
Urban
9.9330.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kini Aku Melupakanmu

Kini Aku Melupakanmu

Ryan Badawi selalu dikenal sebagai orang yang penuh kasih sayang. Tetapi pada hari ketika cinta pertamanya terdiagnosa kanker, dia malah kasih aku obat yang bisa membuat seseorang amnesia. “Mona, Clara sudah mau meninggal. Kasih aku tiga hari, aku akan memenuhi pernikahan impiannya." "Aku tidak akan membuatmu sedih. Obat ini hanya membuatmu amnesia sementara. Ketika pernikahan kami selesai dalam 3 hari, kamu minum obat penawarnya dan akan kembali mencintaiku. Saat itu, kita menikah kembali." Melihat tatapannya yang sangat mendesak, aku mengambil obat itu dan langsung menelannya tanpa ragu-ragu. Tapi Ryan tidak tahu bahwa obat amnesia itu adalah hasil penelitianku sendiri, dan sebenarnya tidak ada obat penawarnya. Setelah tiga hari, aku akan benar-benar melupakan dia.
Baca
Tambahkan
Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Terlahir Kembali Untuk Jadi Jurnalis Perang

Alya Sebastian mulai menjalin kasih dengan Justin Fabian di usia 20 tahun. Pada usia 22 tahun, mereka mengikat janji seumur hidup. Setelah lima tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Meski mendapat tekanan besar dari Keluarga Fabian, Justin tetap berbisik bahwa dia mencintai Alya. Saat itu, semua orang mengatakan bahwa Alya adalah orang terpenting bagi Justin. Alya pun memercayai Justin tanpa ragu sedikit pun. Sampai akhirnya, kabar tentang anak haram Justin terbongkar. Hari itu, Justin berlutut seharian penuh di tengah guyuran hujan lebat. Justin berkata, "Malam itu cuma kecelakaan. Davina mencekokiku obat. Aku kira, Davina itu kamu. Alya, seumur hidupku, aku cuma mencintaimu. Aku mohon, jangan tinggalkan aku." Alya memercayai ketulusan cinta suaminya, lalu menerima usulan Keluarga Fabian untuk mengambil anak tersebut dan mendepak ibunya. Namun, kemudian, saat Davina Ganendra tinggal di kediaman Keluarga Fabian untuk menjaga kandungannya, pria yang mengatakan akan terus mencintainya, rela meninggalkan rapat internasional demi menemani Davina. Bahkan, ketika gairah mereka berdua sedang memuncak dan hanya kurang satu langkah terakhir, Justin langsung mencampakkan Alya begitu saja demi menemani Davina sepanjang malam, saat Davina di balik pintu berkata bahwa dia takut gelap. Alya menyadari perubahan pada diri Justin. Untuk pertama kalinya, Alya menyodorkan surat cerai kepada Justin. Hari itu juga, Justin memotong pergelangan tangannya di kamar mandi sambil masih mengenakan cincin kawin. CEO dengan kekayaan senilai ratusan miliar itu hanya menuliskan satu kalimat pada surat wasiatnya: [Kalau nggak bisa menua bersama Alya, lebih baik aku mati saja.] Kali kedua, saat Alya baru saja angkat bicara, Justin langsung mematikan telepon dari Davina. Justin membawa Alya mengunjungi kembali setiap tempat yang pernah mereka datangi saat pacaran dahulu, lalu Justin mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Alya seumur hidup ini. Akan tetapi, sekali, dua kali, tiga kali … lama-kelamaan, sikap Justin mulai berubah menjadi acuh tak acuh. Pada kali ke-99, mereka bertengkar hebat. Saat Alya pergi membawa koper-kopernya, Justin tidak lagi mengejarnya untuk memohon ampun seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya. Justin berkata, "Alya itu cuma terlalu dimanja. Sekalipun sudah bertengkar berkali-kali, kapan dia benar-benar mau cerai? Tunggu saja. Setelah beberapa hari, pikirannya menjadi tenang, dia pasti akan pulang dengan sendirinya." Namun, Justin tidak tahu, bahwa Alya sudah meninggal dunia pada malam hujan saat Alya pergi dari rumah itu .... Saat kembali membuka mata, Alya ternyata kembali ke hari di mana dia pertama kali mengetahui bahwa Justin memiliki anak di luar nikah ….
Baca
Tambahkan
(Bukan) Sepupu Idaman

(Bukan) Sepupu Idaman

he_febry
Uwu-uwuan sama sepupu. Apa yang terpikirkan olehmu saat mendengar kalimat tersebut? Namun, jangan salah, kalimat itu nyata adanya dan terjadi pada gadis SMA bernama Hazelna dengan dua sepupunya, Joshua si cool boy dan Revaldo si humoris boy. Perjuangan untuk masa depan yang telah direncanakan, nyatanya hampir terpatahkan oleh lika-liku perjalanan menuju indahnya cita. "Gue pacaran, ya?" - Hazelna Carameroline. "Boleh. Boleh gue bikin babak belur cowok itu besoknya." - Revaldo Axel. "Lo masih bayi, gak pantes pacaran." - Joshua Atlantis. Antara Joshua dan Valdo, mereka sama, sama-sama posesif terhadap Hazelna. Menyebalkan, bukan? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Memilih berhenti di tengah jalan atau malah tetap bertahan demi masa depan? Dan, tetap melangkah bertiga ataukah berjalan sendirian?
Young Adult
102.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Demi membuatku keguguran, putraku yang baru berusia enam tahun, Jack, sengaja menipuku agar memakan kue yang memicu alergiku. Di depan ranjang rumah sakit, dia bersembunyi di balik punggung suamiku, Steven Keraf. Dengan raut wajah kaku, Jack menolak untuk mengaku salah dan berkata, "Nenek bilang kalau Mama melahirkan adik perempuan, Mama nggak akan jadi cerai dengan Papa. Aku nggak mau Mama jadi mamaku lagi, aku lebih suka Tante Bianca!" Steven menimpali dengan nada dingin, "Kita bisa punya anak lagi. Soal Bianca ... dia memang lebih cocok mendidik Jack dibandingkan dirimu." Hatiku mati total. Keesokan harinya, begitu keluar dari rumah sakit, aku pulang dan mengosongkan seluruh barang milikku. Hanya tersisa sepucuk surat perjanjian cerai dan surat pemutusan hubungan ibu dan anak dengan Jack.
Baca
Tambahkan
Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku

Demi Ricardo dan putri kami, aku rela mengorbankan segalanya dan menjadi ibu rumah tangga penuh waktu. Namun, sejak kekasih lamanya resmi bercerai, semuanya pun berubah. Suamiku mulai muak padaku. Putriku memperlakukanku bagaikan seorang pembantu. Hatiku hancur tak bersisa. Aku menandatangani surat cerai, melepaskan semua hak dan meninggalkan segalanya untuk pergi sejauh mungkin. Namun, kenapa sekarang mereka malah menyesal?
Baca
Tambahkan
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Dulu, sahabat kecilku pernah berjanji akan menikahiku setelah kami lulus kuliah. Namun di hari pernikahan, dia malah datang terlambat. Saat kami akhirnya menemukannya, dia justru sedang bersama Meisy, adik tiriku di atas ranjang hotel. Di depan banyak orang, Evan, pewaris keluarga terkaya tiba-tiba berdiri dan dengan lantang mengumumkan bahwa akulah perempuan yang diam-diam dia cintai selama bertahun-tahun. Selama menikah lima tahun, setiap kata yang pernah kuucapkan selalu diingat oleh Evan, Aku sempat mengira diriku adalah orang yang paling dia sayangi. Hingga suatu hari, saat sedang beres-beres, aku tak sengaja menemukan sebuah dokumen rahasia di laci meja kerja Evan. Halaman pertama adalah CV milik Meisy. Ada tulisan tangannya sendiri di atasnya, [Perhatian utama di atas segalanya.] Lalu ada juga berkas perjadwalan rumah sakit yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tanggalnya tepat pada malam ketika aku mengalami kecelakaan. Saat itu, aku dibawa ke rumah sakit milik Keluarga Evan, tapi operasinya terus tertunda. Saat aku tersadar kembali, bayi dalam kandunganku sudah tiada, karena pendarahan hebat. Aku pernah menangis dalam pelukannya hingga kehabisan suara, tapi tak pernah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Aku tak ingin menambah kekhawatirannya. Namun, kini aku baru tahu, Meisy juga terluka malam itu dan perintah yang Evan berikan pada rumah sakit adalah, “Kerahkan semua tenaga ahli, dahulukan keselamatan Meisy.” Air mataku membasahi halaman kertas, melunturkan tulisannya. “Kalau aku bukan prioritas terpentingmu, lebih baik aku menghilang dari hidupmu.”
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status