Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

ucap Prisil ikut menimpali. "Ibu mana?" tanya Lyan tanpa ikut menggunjing. Ia memang bukan lelaki yang suka berbicara banyak. Dia lebih ke tidakan yang langsung menyelesaikan masalah. "Tadi lagi di depan. Lagi siram si Golden," ucap Prisil. Golden adalah tanaman kesukaan Melati yang dia rawat seperti anaknya sendiri.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai filosofi teras henry manampiring
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Penggoda

Bukan Wanita Penggoda

“Oh ayolah, Henry! Apa kamu benar-benar nggak bisa melihat perbedaannya sama sekali? Atau kamu sama gilanya dengan Angkasa?” “Aslinya sih bisa, Boss. Cuma ya, cuma, ada cumanya,” sang asisten hanya berbicara tak tentu arah juntrungannya. “Banyak alasan kamu, Hen. Memang cumanya itu apa? Jelasin yang jelas, jangan muter-muter kaya gangsing!” omel Agni sambil menendang-nendang sandaran kursi pengemudi yang diduduki sang asisten. “Wow, Boss! Aku belum mau mati muda, jangan menendang kursiku!” protes Henry. “Yah, ini hanya dari sudut pandangku, aku menjunjung tinggi yang namanya kesucian.”
101.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai filosofi teras henry manampiring
Baca
+Pustaka
ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG

Setelah mengucapkan kalimat bernada ancaman itu Henry menghempaskan tubuhku hingga tubuhku terhuyung ke belakang hampir jatuh karena perlakuan kasarnya. Brak!! Bunyi pintu di tutup keras memekakkan telingaku. Pria itu, Henry Bastian Campbell pergi begitu saja setelah mengucapkan kalimat kasar dan ancaman padaku. Aku mendengus pahit, merasa heran dengan sikap Henry yang bagiku sangat tidak masuk akal. Pria bergelar suami itu benar-benar egois dan aneh! *** Campbell Corporation
1079.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai filosofi teras henry manampiring
Baca
+Pustaka
Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Senandung Sunyi Mia di Tengah Badai

Ia terkekeh, jelas tak sabar. Sementara itu, Henry, Paman Ketiga yang dikenal lembut dan sopan, mengingatkan dengan tenang, “Hati-hati. Ini negara hukum. Bagaimana mungkin kalian berpikir untuk memukul seseorang?” Setelah itu, tanpa ragu, Henry menghentikan seorang perawat yang kebetulan lewat. Ia bertanya dengan sopan, “Permisi, apakah di sini ada karung?”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai filosofi teras henry manampiring
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Serigala

Legenda Raja Serigala

"Tidak disangka juga akan menggunakan cara yang licik, benar-benar menjijikkan!" Kali ini, Henry tidak searogan sebelumnya. Namun, ekspresi kemarahan terlihat lebih kuat dari sebelumnya. "Hahaha ..." Teguh tertawa terbahak-bahak, "Henry, kamu benar-benar terkenal sebagai orang munafik di Serenara." "Apa yang kamu rampas dari Pak Tejasvi dan Master Fidan saat keadaan di dalam kosong? Kenapa kamu nggak ngomong dengan kejam dan nggak tahu malu lagi?"
9.5367.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai filosofi teras henry manampiring
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Viceroy
bab 595 ceritanya sungguh membagongkan , masa iya raja srigala dg segala kemampuannya di ancam musuh yg ecek2 dg menyandera Caira dg lugu nya Teguh sang raja srigala mau2 disuruh minum racun hadehhh padahal dg kemampuannya dg mudah menghancurkan penyanderanya hadehhhh penulisnya terlalu lebayyyyhh h
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status