Dompet Tak Terbatas
Dia merangkai semuanya di kepalanya sambil mendengarkan cerita Dimas.
“Hal seperti itu bisa kejadian? Kenapa? Maksudku… gimana caranya kamu bisa nebak sejauh itu?” tanya Dimas, benar-benar kaget mendengar analisis Henry.
“Dim, kamu lupa satu hal,” kata Henry sambil terkekeh. “Aku memang manajermu, tapi aku juga dosen di salah satu institut terbaik di Indonesia.”
“Iya, Coach…” Dimas langsung teringat dengan siapa dia berbicara. Kalau ini di kehidupannya yang dulu, meskipun dia mau, mungkin dia bahkan nggak sanggup membayar orang selevel Henry.
Bab Populer