Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

Antara Dendam, Hijrah, dan Cinta

ucap ibu panti dengan lirih. "Ibu sakit anemia akut, Ris. Ibu juga sering sakit kepala dan susah tidur. Ibu juga susah sekali makan, dia malah terus menanyakan kamu. Itu sebabnya kita pun terus berusaha mencari kamu," jelas Indah dengan raut sedih.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Masalahnya, ia belum sempat untuk merangkai kata-kata yang akan ia katakan kepada Ibu mertuanya itu. Tak lama kemudian, panggilan video call itu diangkat oleh Amber. Ivana melihat wajah Amber di ponsel itu, wajah wanita tua yang terlihat kurus dan pucat. Benar kata Edgar, selama 5 tahun ini, ibunya memang sering sakit-sakitan. Saat ini Amber berada di atas ranjang sambil duduk bersandar di head board ranjangnya.
10172.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Takdir Istri Pengganti

Takdir Istri Pengganti

Wajahnya terlihat menahan rasa sakit. Melihat itu, Risa jadi khawatir. “Mama … apa Mama merasa sakit? Aku panggilkan dokter, ya?” tawarnya. Ia merasa panik melihat keadaan ibu mertuanya yang seperti itu. Ibu Airin baru saja sadar dari koma, tetapi hari ini beliau sudah mengalami suatu hal yang sangat tidak baik untuk kesehatannya. “Tidak perlu, Risa. Mama cuma merasa sesak,” kata Ibu Airin dengan suara yang sangat lemah sehingga membuat Risa semakin khawatir.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Resepsi Pernikahan di Rumah Mertuaku

Selain terkena penyakit gula, ibu memang mengalami stroke ringan semenjak rumah kami dibongkar paksa oleh Wildan. “Ya sudah. Ibu lanjut istirahat aja. Aku mau mandi!” Mengusap rambut ibu yang sudah terlihat memutih, mendaratkan kecupan singkat di keningnya lalu kembali keluar dari kamar ibu. Sebenarnya kasihan melihat keadaannya sekarang. Sudah sakit-sakitan, tidak ada yang urus pula. Aku harus pergi bekerja sementara Siska tidak punya rasa peduli sama sekali kepada mertua.
10183.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Pucat, tapi jelas tidak dalam kondisi membahayakan. "Gian... kau datang juga," ucap sang ibu dengan suara serak namun stabil. "Tenang saja, Ibu baik-baik saja. Jangan panik begitu. Kirana yang langsung datang pertama kali. Untung dia sedang lewat dekat rumah." Gian mendekat, menggenggam tangan ibunya. "Aku khawatir. Mbok bilang Ibu jatuh." "Ya, tapi sekarang sudah ditangani. Dokter bilang Ibu hanya kelelahan. Mungkin karena aktivitas sosial belakangan ini."
1034.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

Istriku Meninggal Dihari Pernikahan Keduaku

ucapku memberi pengertian ke pada Hesti dan Bi Sari. Mereka hanya manggut, akupun segera masuk ke ruangan Ibu. Wanita itu, Ibuku, yang melahirkan dan membesarkanku itu, kini terbaring lemah di tempat tidur, di temani selang infus. Sedih rasanya aku melihatnya. "Bu, bagaimana keadaan, Ibu. Apa ada yang masih terasa sakit?"tanyaku pelan
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Mari Bercerai, Paman Kai!

Mari Bercerai, Paman Kai!

Diani baru saja sadar dari koma, dan Sera tahu, satu kalimat yang salah bisa membuat mertuanya merasa tertekan. “Sakitnya kambuh, Bu. Papanya Sera memang sebelumnya ada sakit. Sekarang Ibu baiknya istirahat, biar ibu bisa cepat kembali ke Indonesia. Ya? Sera juga akan istirahat karena hari ini dia gak enak badan.” “Sakit apa, Ra? Sudah minum obat?” satu pertanyaan dari seseorang terdengar meski wajahnya tidak tertangkap oleh kamera.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 574 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Menantu Kaya Dipuja, Menantu Miskin Dihina

Capek mungkin berekspresi lemas. “Kamu nggak sakit, Mas?” tanya Lika mengerutkan kening. Seakan masih bingung dengan apa yang terjadi. Aku kasihan sebenarnya melihat kondisi Lika. Seakan terjebak dalam perangkap dan tak ada yang bisa menolongnya. Tapi dia nggak bisa juga di kasihani. “Sudah Lika, nggak usah banyak tanya, Turun sekarang!” sungut Ibu mengeluarkan sifat aslinya. Ibu mungkin lelah juga berekspresi cemas dan khawatir dengan kondisi Toni.
1040.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Mendadak Punya Cucu

Mendadak Punya Cucu

Setelah bertanya pada bagian informasi, kami di tunjukkan ke salah satu bilik yang ada di antaranya. Nampaklah, seorang perempuan muda bedaster dengan perut besar yang tengah meringis menahan sakit ditemani seorang perawat yang setia mengusap-usap punggungnya. "Kalila," pekik istriku, seraya menghambur memeluk putrinya. "Ibu ...." Kalila tergugu dalam dekapan ibunya. ___________________________ Bersambung
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Itu artinya, aku harus punya kesabaran tanpa batas seperti dirinya. "Boleh aku lihat foto Ayah?" Ibu menggelengkan kepala. "Maafkan Ibu, Bella. Ibu bahkan tak menyimpan selembarpun fotonya. Dia tersimpan di sini, dan di sini." Ibu menunjuk kepala dan dadanya. Kala itu, ponsel berkamera masih menjadi benda mahal yang hanya dimiliki kaum berpunya.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai foto ibu sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status