Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I Refuse to Be His Luna :The Alpha’s Late Regret

I Refuse to Be His Luna :The Alpha’s Late Regret

I am Alpha Dominic’s fated mate. I saved him when he was at his lowest. He didn't care that I was just an ordinary Omega. Countless times, as we mated, he’d kiss me like he was starving for me, whispering that I was a gift from the Moon Goddess herself. But that was before his ex—the high-born she-wolf, Chloe—came back. He started letting his pack walk all over me. And when my grandmother was framed for poisoning Chloe, he had her thrown in the dungeon cells without a second thought. I begged him, but Dominic just shot me a cold, warning look. "Evelyn, our mating ceremony is a week away. Don't let this scandal ruin it." He didn't know. That night, my grandmother died in those cells. And I made a decision. I refuse to be his Luna.
Baca
Tambahkan
Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh

Sudah delapan tahun aku menikah dengan Elvin Ginanjar, pemimpin mafia narkoba di Nasara. Namun pada hari ini, tepat pada hari peringatan pernikahan kami, aku menerima sebuah foto dirinya bersama sahabat terbaikku, Lina Malloni, merayakan seolah merekalah yang menikah. Dan dalam pelukannya adalah putraku, Owen Ginanjar. Aku menatap foto itu, lalu mengetik dua kata sebagai balasan. [Betapa sempurnanya] Setengah jam kemudian, Elvin menerobos pintu depan. Suaranya bergemuruh memenuhi lorong. “Kenapa kamu selalu begitu jahat pada Lina?” Owen, anak kandungku sendiri mendorong kakiku sambil menatapku dengan marah. “Ibu jahat,” katanya. “Aku harap Bu Lina jadi ibu asli aku.” Aku tidak terkejut. Aku hanya berjalan menuju lemari, mengeluarkan setumpuk dokumen yang telah kusiapkan sejak lama, lalu menjatuhkannya di meja dengan kepastian yang dingin. “Baiklah,” kataku dengan datar. “Semua salah aku. Sekarang, bolehkah aku pergi?”
Cerita Pendek · Mafia
6.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Segredos Entre Meu Noivo e Minha Amiga

Segredos Entre Meu Noivo e Minha Amiga

Minha melhor amiga, Maya, veio de Miami para passar a semana da minha despedida de solteira. Meus últimos dias de liberdade. Ela insistiu numa noite só de garotas para comemorar, pedindo todos os meus pratos favoritos por entrega. Ela me pediu para segurar o celular dela e esperar. Então o telefone acendeu. Uma mensagem de algum cara. Uma foto sem camisa. Texto: Preciso de você hoje à noite. Outra foto chegou em seguida. Brinquedos sexuais. Equipamentos de bondage, como saídos de um filme. Meu rosto queimava. Meu coração martelava contra as costelas. Eu tinha acabado de tropeçar na vida secreta dela. Mas a imagem seguinte fez meu sangue gelar. Um close no peito do homem. Uma cicatriz irregular que eu conhecia melhor do que o meu próprio reflexo. Pertencia ao meu noivo, Luciano Carbone.
Cerita Pendek · Máfia
17.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Pelan-Pelan, Mas Kaisar!

Mahasisiwku jual diri, karena dia butuh uang dan aku bisa menolong. Awalnya aku menolak, dengan alasan etika. Namun ketika aku mendapat foto mantan tunanganku dengan pria lain, tepat ketika mahasiswiku sudah menanggalkan semuanya, laki-laki normal mana yang bisa menolak?
Romansa
108.6K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Menerima Pria yang Dijodohkan Orangtuaku

Setelah pacaran lima tahun, akhirnya pacarku setuju menemuiku orang tuaku. Namun, saat makan, dia tiba-tiba beralasan ada urusan kantor dan pergi dengan tergesa-gesa. Aku memaksakan senyuman saat mengantar Ayah dan Ibu pulang, lalu terdiam sambil mengeluarkan ponsel. Benar saja, sahabat perempuan pacarku kembali mengunggah sesuatu di linimasa. [ Didesak keluarga buat nikah nggak usah takut, cukup punya pria yang mau menemanimu bertemu orang tua. ] [ Hadiahnya satu ciuman, teruskan seperti ini ya! ] Foto pertama memperlihatkan pacarku merangkul lengannya dengan mesra, bersama-sama memberi hormat sambil bersulang kepada para orang tua. Foto lainnya adalah seorang perempuan menempelkan wajahnya ke pipi pria itu dan menciumnya. Melihat tanda like dari pacarku, aku menutup Insatgram dan menelepon ayahku. "Ayah, aku sudah memikirkannya. Aku mau menikah dengan pria yang Ayah perkenalkan untuk perjodohan itu." "Ya, dia yang membantuku membuat pilihan."
Baca
Tambahkan
Misteri Kontrasepsi di Kamar Putriku

Misteri Kontrasepsi di Kamar Putriku

Tubuhku gemetar melihat alat kontrasepsi yang hanya dibuka saja tapi dalamnya masih utuh ada di kamar putriku. Dadaku seperti dihantam palu godam apalagi saat membuka ponselnya, menggulir layar dan mendapati foto lelaki yang saat ini mengisi hatiku. Tidak bisa kubayangkan orang terdekatku yang menghancurkan masa depan putriku.
Romansa
1019.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
The Inheritance Game- Only Silence Survives

The Inheritance Game- Only Silence Survives

Grandpa died, and we immediately went for each other's throats over the inheritance. Then a blizzard hit, trapping us all in the family estate. An app appeared on our phones: [THE LAST ZOMBIE: FINAL RECKONING]. We had to pick a hiding spot. The last one standing—the last human standing—would inherit everything. I chose the dark, silent recording studio in the basement. Away from them all. When it was time to pick special powers, my family chose powerful weapons or pocket dimensions full of supplies. I chose Bio-Stasis. It slowed my cells to a crawl, and my body along with them. My stepbrother's fiancée, Chloe, called me an idiot. "Hiding from your family and picking a useless power? You're on a suicide mission." They threw a zombie-slaying party upstairs, already celebrating an inheritance they hadn't even won. Until, one by one, they turned. And started tearing each other apart. What they didn't know... was that I'd rigged the game from the start. The only way to win was to stay completely silent.
Baca
Tambahkan
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Ketika aku pulang dengan membawa laporan pemberitahuan yang menyatakan aku hanya punya waktu satu bulan lagi untuk hidup, Christopher baru saja selesai bercinta dengan sahabatku, Agnes. Melihat kekacauan di lantai, Christopher memberi perintah padaku, "Kami sudah mengacaukan dapur, kamar tidur, dan ruang tamu. Jangan lupa membersihkannya." Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu bersikap seperti ini. Dia selalu menghinaku untuk mencari kegembiraan. Siapa suruh aku mencampakkannya dulu? Sudah sepantasnya dia membenciku. Aku diam-diam membereskan rumah dan membersihkan semua jejak cinta yang ditinggalkan mereka. Kali ini, aku hanya ingin melihat rumah pernikahan kami untuk yang terakhir kalinya. Namun, pada saat ini, Christopher tiba-tiba memanggilku. "Evelyn, aku sepertinya belum pernah ambil foto pernikahan." Melihat sedikit kegembiraan di mataku, Christopher terkekeh dan berujar, "Jangan bilang kamu kira maksudku kita? Besok, aku dan Agnes mau ambil foto pernikahan. Kamu boleh datang untuk bantu dia pegang ekor gaunnya."
Baca
Tambahkan
El Juguetito De Mi Esposo

El Juguetito De Mi Esposo

Mi mejor amiga, Maya, voló desde Miami para la semana de mi despedida de soltera. Eran mis últimos días de libertad. Insistió en organizar una noche de chicas para celebrar y pidió toda mi comida favorita a domicilio. Me pidió que le cuidara el celular y esperara un momento. Entonces, la pantalla se iluminó. Era un mensaje de un hombre. Una foto sin camisa. “Mi arma está lista para ti esta noche”. Llegó otra foto vibrando. Juguetes sexuales. Accesorios de bondage que parecían sacados de una película. Sentí que la cara me ardía. El corazón me latía descontrolado contra las costillas. Acababa de tropezarme con su vida secreta. Pero la siguiente imagen me cortó la respiración. Era un primer plano del pecho del hombre. Tenía una cicatriz que yo conocía mejor que mi reflejo. Era de mi prometido, Luciano Carbone.
Cerita Pendek · Mafia
6.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Ashes of the Forgotten Sister

Ashes of the Forgotten Sister

Silver burned. Holy light seared. I screamed my brother’s name, Theron, into the communication crystal. My consciousness was fading. His cold voice finally crackled through. "What now?" I fought through the pain, my voice weak. "Theron, please… help me…" He cut me off, his voice a razor's edge. "Enough! Lilith is hosting the Blood Moon Festival. Stop causing trouble. If you’re tormenting her out of jealousy again, I’ll throw you in the sun cells myself." The line went dead. Lilith. Our manipulative little adoptive sister. Was she really more important to him than his own blood? The silver poison and searing light consumed me. I shattered. My tears turned to ash, my body right behind them. Congratulations, Theron. You're free of your annoying sister. You don't have to lock me up anymore. Because I'm already dead.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
454647484950
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status