Nada di Hati Sastra
“Mama lagi di kamar, jadi nggak bisa nemui Mas Sastra. Mama bilang hati-hati di jalan. Titip salam buat pak Adrian sama bu Arini.”
“Bagaimana dengan konsep atasan dan bawahan tadi.” Bukannya pulang, Sastra justru duduk di kursi teras yang dibelinya. “Itu artinya sepasang, kan?”
“Mas, nggak usah cari gara-gara deh.” Nada mulai menendang pelan dinding di sampingnya. Namun, seketika itu juga ia mengingat sesuatu. “Oia, cewek yang kemarin, tadi datangin mas Sastra lagi, ya? Siapa, sik?”
Capítulos em Alta