Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Di tahun kedelapan hubungannya dengan Jordan, Wulan harus dirawat di rumah sakit karena sakit. Hari itu, saat keluar dari rumah sakit, secara tak sengaja Wulan mendengar percakapan antara Jordan dan kakak perempuannya di lorong. “Jordan, kau gila? Kau benar-benar menyembunyikan hal ini dari Wulan, lalu diam-diam memberikan sumsum tulangnya untuk Maya?” “Kau tahu kondisi tubuh Wulan lemah, tapi tetap membohonginya dengan alasan sakit maag dan membiarkannya menanggung risiko sebesar itu?” Maya Hendrawan adalah sahabat masa kecil yang telah lama disukai Jordan. Wulan tak menangis, tak juga mengamuk. Ia hanya mengangkat telepon, menelepon kedua orang tuanya yang berada jauh di luar negeri, dan setuju untuk menikah dengan keluarga Lunarman
Cerita Pendek · Romansa
8.943.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Setelah berhasil mendaftar program Dokter Lintas Batas, aku menyerahkan jabatan direktur rumah sakit kepada Jihan. Sahabatku merasa kasihan padaku dan berkata, "Kalau kamu pergi, kamu sendiri yang sepenuhnya memutuskan hubunganmu dengan Ardha." Aku tersenyum lembut. "Aku cuma mengembalikannya kepada orang yang dia dambakan." Di kehidupan sebelumnya, Ardha dan aku adalah pasangan yang terkenal sering berselisih. Dia membenciku karena aku menolak menggantikan posisi Jihan menjadi Dokter Lintas Batas, yang mengakibatkan Jihan terinfeksi virus di tengah perang dan meninggal. Aku benci kemunafikan dan kekonyolannya. Kalau memang dia mencintai Jihan, kenapa dia berjanji kepada orang tuaku bahwa dia akan menjagaku seumur hidupku? Selama tujuh tahun pernikahan kami, doa terindah yang kami ucapkan kepada satu sama lain adalah, "Semoga kamu mati sengsara." Tapi, di tengah hujan peluru medan perang, dia tertembak di jantung, menggunakan napas terakhirnya untuk melindungiku dengan tubuhnya. "Aku sudah mengatur seseorang untuk menjemputmu. Begitu serangan udara ini selesai, cepat pergi. Kamu harus selamat ...." Di tengah kesadarannya yang kabur, dia bergumam. "Aku akan melindungimu di kehidupan ini. Semoga kita nggak ketemu lagi di kehidupan selanjutnya." "Jihan, aku datang." Sayangnya, serangan bom yang dijatuhkan dari langit tidak memberiku kesempatan untuk melarikan diri dan akhirnya menelan kami berdua. Saat aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Ardha, di kehidupan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu.
Baca
Tambahkan
Lembaran Baru Kisahku Dimulai

Lembaran Baru Kisahku Dimulai

Pada hari saat Keluarga Ladi bangkrut, Jason meninggalkan sepucuk surat wasiat dan pergi sendirian ke pegunungan untuk mengakhiri hidup. Aku mengejarnya tanpa memedulikan apa pun, mencari dia di tengah hujan selama sepuluh jam penuh. Saat aku hampir putus asa, aku justru melihat sekretarisnya menyiarkan langsung lamaran Jason di media sosial. Sahabat Jason menggoda di kolom komentar, [Kamu sebentar lagi jadi pengantin pria, memangnya kamu nggak takut cewekmu di rumah marah?] Balasan Jason begitu dingin, [Aku cuma janji kasih dia posisi sebagai Nyonya Ladi, buat hal lainnya jangan pernah dia harap.] [Dia bawa dana investasi sepuluh 2 triliun buat nikah, apa rela terima perlakuan kayak gini?] Aku seakan bisa melihat Jason di balik layar ponsel mengejek sambil mengetik, [Menukar 2 triliun investasi dengan posisi Nyonya Ladi, dia pun nggak rugi.] [Kalau bukan karena dia, Zoe nggak bakal terpaksa pergi ke luar negeri. Beberapa hari terakhir ini termasuk kompensasiku untuknya.] Kukuku menancap sampai ke daging, tapi aku tetap tenang saat membakar semua barang yang berhubungan dengan dia. Pada hari pernikahan itu, dia mencariku ke mana-mana seperti orang gila. Namun, di gedung perjamuan mewah seberang jalan, aku baru saja mengenakan cincin berlian yang diberikan pria lain. Dia tidak tahu... Saat dia menghitung mundur untuk berpisah, aku juga sedang bersiap untuk menikah dengan orang lain.
Baca
Tambahkan
Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor

Bantu Mertuaku Ngerjai Pelakor

Aku dikenal sebagai wanita kasar di lingkungan sekitar, aku juga nggak pernah mau mengalah pada orang lain saat bersilat lidah. Hampir setiap hari, Ibuku mengingatkan kalau aku akan menerima ganjarannya setelah menikah nanti. Alhasil, suami yang aku nikahi sangat penurut padaku, ibu mertuaku pun orang yang sangat lemah lembut. Akibatnya, aku tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuanku ini, kehidupan pernikahanku pun terasa agak membosankan. Sampai suatu saat, wanita idaman ayah mertuaku kembali ke negara ini, ibu mertuaku terlihat sangat menderita setiap hari. Aku pun mulai mempersiapkan diri dan bersiap untuk bertarung! …
Baca
Tambahkan
Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku

Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku

Pesawat mengalami kecelakaan dan salah satu parasut di dalamnya malah rusak. Di saat genting itu, Steve memberikan parasut terakhir padaku. Aku berhasil mendarat dengan selamat, tapi adik tiriku, Paula tewas dalam kecelakaan itu dan jasadnya bahkan tak ditemukan. Setelah kami diselamatkan, Steve tetap memilih untuk menepati pertunangan kami. Kami pun menggelar pernikahan yang megah. Namun, selama enam tahun pernikahan, dia terus menyimpan kebencian dalam hatinya, menganggap akulah penyebab kematian Paula. Dia memperlakukanku seperti musuh. Selama enam tahun, hidupku terasa seperti neraka. Akhirnya, saat tiba waktunya untuk bercerai, dia justru memilih untuk mengakhiri hidup bersamaku di tempat yang sama saat Paula mengalami kecelakaan. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari saat kecelakaan itu terjadi. Kali ini, aku memutuskan untuk menyerahkan kesempatan hidup itu kepada orang yang paling dicintai Steve.
Baca
Tambahkan
Suamiku dan Selingkuhannya

Suamiku dan Selingkuhannya

Tiga hari setelah satu bulanan anakku, suamiku, Raka, mengatakan bahwa dia harus melakukan perjalanan dinas. Dia meninggalkanku, membuatku menjaga anak kami sendirian. Tiga hari kemudian, aku baru sampai rumah sakit dan melihat teman masa kecil suamiku yang bernama Indah mengunggah foto keluarga. Dia juga menambahkan tulisan di bawah foto yang dia unggah. "Foto liburan bahagia kami bertiga sekeluarga." Aku terkejut saat melihat Raka tersenyum lebar dalam foto itu, jadi aku menuliskan komentar tanda tanya. Dalam hitungan detik, Raka menelepon dengan nada menuduh. "Dia ibu tunggal, aku merasa kasihan karena nggak ada laki-laki yang menjaganya. Aku cuma nemenin dia foto saja, kenapa reaksimu berlebihan sekali?" Malamnya, Indah kembali memamerkan foto kalung emas. "Setelah mengambil foto keluarga, dia maksa ngasih aku kalung emas." Aku tahu bahwa Raka membeli ini agar Indah tidak marah. Namun, kali ini aku berniat meninggalkannya.
Baca
Tambahkan
Waktu Adalah Obat Terbaik

Waktu Adalah Obat Terbaik

"Bu Stacey, Anda telah berhasil membeli pulau tak berpenghuni ini. Tempat ini benar-benar terisolasi dari dunia luar. Begitu Anda masuk, nggak akan ada seorang pun yang bisa menemukan Anda. Selain itu, layanan keluarga khusus yang Anda inginkan juga sudah kami siapkan. Mereka semua telah menjalani pelatihan profesional dan akan memberikan Anda 100% kasih sayang."
Baca
Tambahkan
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Hari itu adalah perayaan ulang tahun Ryan ke-70 tahun. Aku baru pulang dari stasiun kereta api di tengah hujan lebat. Sesampainya di depan pintu rumah, aku menemukan pintu rumah terkunci. Ketika mendengar suaraku, tetangga seberang rumah berkata dengan ekspresi bingung, "Tante Elita, kenapa Tante pulang? Om Ryan hari ini menikah, dia dan istrinya sekarang masih menginap di hotel!" Aku tertegun. 'Menikah?' Aku cerai dengan Ryan sebulan lalu. Namun, Ryan memberitahuku bahwa sahamnya rugi banyak dan memiliki utang. Agar tidak memengaruhiku, dia menceraikanku tanpa pisah rumah. Dengan dalih menghindari penagih utang, putraku mengantarku ke rumah lama dan memintaku tinggal di sana selama satu bulan. Ternyata sekarang Ryan sudah menikah lagi?
Baca
Tambahkan
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Di hari ulang tahunku, tunanganku menukarkan poin supermarket untuk membelikanku sepasang sarung tangan cuci piring. Namun, di lelang, dia menawar paling tinggi demi membelikan permata seharga 10 miliar untuk cinta pertamanya. Aku marah, tetapi dia justru menuduhku sebagai perempuan materialistis. "Aku kasih kamu uang buat dipakai, bukannya sudah sewajarnya kamu melayaniku? Ini sebenarnya ujian terakhir yang mau aku kasih sebelum nikah. Kalau kamu lulus, kita nikah. Tapi kamu benaran bikin aku kecewa." Aku mengajukan putus, dan dia langsung berbalik melamar cinta pertamanya. Lima tahun kemudian, kami bertemu kembali di sebuah pulau liburan pribadi. Kevin melihatku mengenakan pakaian kerja sambil memungut sampah di pantai, lalu langsung melontarkan ejekan. "Celine, dulu kamu remehin sarung tangan yang kubelikan, sekarang malah mungut sampah di sini." "Sekarang, sekalipun kamu mohon agar aku nikahi kamu, aku nggak akan melirikmu lagi." Aku tidak menanggapinya. Pelajaran praktik sosial putraku berjudul membersihkan halaman belakang rumah bersama orang tua. Ayahnya memperluas halaman sampai ke tepi pantai, membersihkannya sungguh melelahkan.
Baca
Tambahkan
Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Pada hari Idul Adha, aku menyiapkan satu meja penuh hidangan kesukaan Brian. Namun lagi-lagi, dia tidak datang. Aku terdiam sejenak, lalu dengan cekatan membuka postingan instagram, orang yang cinta sejati Brian. [Harus diberi pujian! Aku baru bilang lampu rusak, dia langsung meninggalkan pacarnya demi datang ke sini.] [Tolong pertahankan sifat yang lebih mementingkan teman daripada pacar.] Fotonya memperlihatkan Brian yang sedang berdiri di atas bangku, mendongak untuk mengganti lampu. Dia menopang kaki Brian dengan kedua tangan, wajahnya tanpa sengaja menyapu bagian paling sensitifnya. Brian tidak menghindar, malah menyunggingkan senyuman samar. Pemandangan itu begitu menusuk mata, tapi aku tidak lagi menangis ataupun marah. Aku hanya dengan tenang memberi tanda suka, lalu mengajukan putus dengannya. Brian tidak percaya sama sekali. “Paling hanya mengambek saja, cuekin saja beberapa hari. Nanti aku hanya perlu ulurin tangan saja, dia pasti bakal luluh lagi.” Namun, Brian tidak tahu, aku bisa begitu mudah luluh dulunya, karena aku mencintainya. Mulai sekarang, dia tidak akan pernah bisa membujukku lagi.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2122232425
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status