분야별
업데이트 중
모두연재 중참여
정렬 기준
모두인기순추천평점업데이트됨
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

Tadi hujan
Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku. "Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong. "Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur. Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam. Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap. Sayup-sayup, aku mendengar bunyi yang tak asing. Namun, seketika hening. (Maaf, ya, jika ada narasi maupun dialog yang memakai Bahasa Sunda. Kalau mau tahu artinya ke Mbah Google aja, ya, biar sambil belajar plus ada kerjaan. Ehehehe. Salam damai dari Author) Ikuti aku di cuiter dan kilogram @tadi_hujan, agar kita bisa saling kenal.
Young Adult
106.9K 조회수연재 중
보기
보관함에 추가
La concession

La concession

Le jour du troisième anniversaire de mon union avec Kévin Rogier, Alpha de la tribu l'Ombre, je lui ai préparé un cadeau. C'était un test de grossesse marqué de deux lignes rouges. Son cadeau pour moi, en revanche, était un contrat visant à dissoudre notre union. En voyant le document, j'avais les yeux qui sortaient des orbites, oubliant momentanément de tendre la main pour le prendre. Kévin s'est éclairci la gorge avec embarras et a expliqué : « Susie a été trompée par un scélérat et est tombée enceinte. Son futur enfant, né hors mariage, ne pourra pas prétendre aux droits de résidence de la tribu », a-t-il poursuivi, « Je propose de rompre temporairement notre union afin que je puisse en établir une provisoire avec elle, lui accordant ainsi un statut légal à son enfant. Une fois qu'elle aura accouché, nous nous remettrons ensemble. D'accord ? » Il m'a tendu le papier de nouveau, qui avait manifestement été préparé depuis un bon moment. Remarquant mon hésitation, il a continué avec une voix tendre : « C'est toi que j'aime. Ce n'est que par amitié que je l'aide. Même si nous nous séparons, je ne te laisserai subir aucune injustice. » J'ai levé les yeux vers lui, souriante et sans dire un mot, caressant le test de grossesse dans ma poche. Les deux lignes rouges étaient visibles depuis longtemps.
보기
보관함에 추가
Une réunion destinée

Une réunion destinée

La veille de notre cérémonie, Asher, mon futur compagne Alpha, prend son amour d'enfance, Séléna, dans ses bras. « Si je ne peux pas être avec une fille aussi bonne que Séléna, », dit-il, « je pense que je vais le regretter toute ma vie. » « Ella, laisse-nous juste une nuit. Après cette nuit, je te serai fidèle à vie. Tu seras la Luna irremplaçable de la meute du Pin d'Argent. » Je le fixe pendant un moment, voyant qu'il est sérieux, je hoche la tête pour approuver sa décision. Il prend Séléna dans ses bras et tous les deux s'en vont dans la forêt. Quand il passe à côté de moi, il sourit en coin. « Ce soir, Ella, tu es libre d'être avec un autre loup, toi aussi. Je ne t'en tiendrai pas compte. » « Pas besoin de chercher trop loin. », je lui réponds d'un ton calme avant d'aller en direction d'une silhouette qui m'attend dans l'ombre. Lucas, l'Alpha de la meute de la Pierre Noire, notre meute rivale... et mon premier amour avec qui ça n'a pas marché avant même que les choses ne commencent. « Alpha Lucas. », je murmure en croisant son regard intense. « Ce soir, fais en sorte que je devienne la tienne... s'il te plaît. »
보기
보관함에 추가
Le choix de Diego Santibanez

Le choix de Diego Santibanez

Résumé Le choix de Diego Santibanez Diego Santibanez agé de vingt cinq ans est l'homme le plus réputé et riche du Mexique,sa famille étant l'a plus réputée du Mexique il était un homme qu'on respectait malgré son âge. De nature rude , intransigeant et impulsif ,il obtenait toujours ce qu'il voulait. Le jour de son mariage avec la femme dont il était éperdument amoureux une jeune inconnue fit son apparition devant tout le monde entier accompagné d'un petit garçon de cinq ans . Quand la jeune femme affirma qu'il s'agissait de leur fils il ne voulait pas y croire jusqu'à ce qu'il ne fasse un saut dans le passé ,il se rendit alors compte que la jeune femme était la femme avec qui il avait eu un coup de soir lors de l'un de ses voyages il y a cinq ans. Tout devenait compliqué pour lui quand un choix s'imposait à lui,son présent ou son passé ? Vas t'il renié son fils et choisir la femme qu'il a toujours voulu ?où vas t'il choisir son fils et renoncé à son mariage puisqu'il ne pouvait demander à sa futur femme d'élever son fils surtout que la mère biologique ne l'acceptera jamais. Quel choix fera t'il?Finira t'il par aimé la mère de son fils si jamais il renonçait à son mariage ?
Romance
4.0K 조회수참여
보기
보관함에 추가
Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Tato Pengkhianatan Itu Sudah Kuhapus

Lima tahun setelah pernikahanku dengan Yovan Murdaya, seorang Bos Besar mafia, dia meninggalkanku dalam keadaan sekarat saat baku tembak untuk menyelamatkan selingkuhannya, Diana. Aku terbangun tiga hari kemudian di kamar VIP rumah sakit. Tanpa ada permintaan maaf. Yovan bersikap dingin. “Kau itu istriku, tentu saja sudah tahu resikonya. Jadi, jangan lebay.” Lalu, dia menambahkan, “Tapi, Diana berbeda. Dia itu rapuh dan membutuhkanku.” Setelah itu, selama tiga bulan aku diabaikan. Seperti biasa, dia berharap akulah yang akan menyerah dan kembali memohon maaf. Tiga bulan kemudian, aku menyerahkan kesepakatan dengan orang Irlanda kepada Diana begitu saja. Itu kesepakatan besar yang telah kubangun sendiri selama setengah tahun. Yovan mengira itu artinya aku sedang membujuknya. Dia tersenyum, sesuatu yang langka dan tulus akhir-akhir ini. “Sudah kuduga kau akan berubah pikiran. Sebagai hadiah, kita akan pergi ke Vergasi. Aku tahu kau selalu ingin pergi ke sana.” Keesokan harinya, Diana mengeluh bosan, dan Yovan kembali mengingkari janjinya. Dia malah membawa wanita itu ke Vergasi, dan mengatakan padaku bahwa itu karena ada urusan keluarga yang mendesak. Kali ini, aku tidak menangis, juga tidak membuat keributan. Yovan senang aku menjadi begitu pengertian. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Keluarga Murdaya. Dan, bahwa dia sudah menandatangani surat perjanjian cerai kami. Akhirnya, aku bebas.
보기
보관함에 추가
Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Ketika Aku Memilih Dunia Gelap

Selama lima tahun, Alessandro Wijanarko adalah sosok pria sempurna. Setidaknya, itulah yang selalu kupercaya. Semua keyakinan itu runtuh pada malam pesta pertunangan kami, saat perempuan simpanannya menerobos masuk, menggandeng seorang bocah lelaki berusia sekitar lima tahun. Anak itu langsung berlari ke arah Alessandro sambil menangis tersedu. “Ayah! Ayah, akhirnya aku menemukanmu!” Ini pasti lelucon. Lelucon yang kejam dan menjijikkan! Namun, Alessandro menoleh padaku. Tak ada lagi kehangatan dalam suaranya ketika dia berbicara. “Ini putraku, Rivan. Sebuah … kesalahan yang Chyntia dan aku buat lima tahun lalu.” Dadaku menegang. “Rivan adalah pewaris Keluarga Wijanarko. Aku harus beri mereka status,” lanjutnya datar. “Artinya, aku harus bertunangan dengan Chyntia dulu.” Dia menatapku, seolah masih berhak memintaku memahami segalanya. “Tapi, Saskia, percayalah. Aku masih mencintaimu. Kita bisa menggelar pesta pertunangan enam bulan lagi. Kamu tetap akan jadi Nyonya Keluarga Wijanarko. Aku harap kamu bisa bersikap lapang dada. Ini keputusan finalku.” Aku tertawa, dingin, singkat, dan tajam, lalu menarik cincin pertunangan dari jariku dan melemparkannya begitu saja. Pandangan mataku menyapu ruangan, lalu berhenti pada seorang pria di sudut aula. Kresna Kartawijaya. Bos mafia paling berkuasa di Vantros. Dan aku satu-satunya pria yang mengetahui satu gelar lain dirinya. Yaitu pria yang sejak lama berniat menjadikanku miliknya. “Kresna,” panggilku, suaraku tenang dan jernih. “Aku sedang butuh tunangan baru. Kamu tertarik tidak?”
보기
보관함에 추가
Benih Penerus Keturunan Mertua Di Rahimku

Benih Penerus Keturunan Mertua Di Rahimku

Terdapat banyak adegan 21+ Harap bijak dalam membaca Karena kepemilikan saham dan beberapa aset mewah yang diberikan pada keluarganya, Elena terpaksa menikah dengan putra pewaris tunggal pemilik Corazon Group, bernama Leon Lawrence. Sayangnya sang suami adalah seorang pemuda dengan keterbelakangan mental. Leon juga tidak bisa menyentuh Elena layaknya seorang lelaki. Padahal Leon adalah satu-satunya harapan untuk menyambung garis keturunan keluarga Lawrence. Hingga pada suatu malam, ayah mertua Elena mendatangi kamarnya dan meminta izin untuk meniduri Elena sampai ia benar-benar hamil. Karena mendapatkan kehangatan dari Reviano Lawrence hampir setiap malam, Elena menjadi serakah. Ia bukan hanya sekedar menikmati, tapi juga berusaha agar terus bisa mendapatkan kenikmatan yang selalu diberikan oleh sang mertua. Di kemudian hari, Reviano menyadari kalau anak perempuan yang Elena lahirkan bukanlah anak biologisnya. Lantas siapa yang telah menghamili Elena? “Tuan Rev, Anda didiagnosis mengidap Azoospermia yang menjadi penyebab kemandulan permanen.” Dokter Frederick mengatakan hal yang membuat Reviano bersumpah akan membunuh Elena. Namun di saat ia hampir saja menghilangkan nyawa wanita itu dengan cekikannya, Elena mengatakan hal yang membuatnya terasa disambar petir hingga ribuan kali. “Aku mengaku kalau pernah tidur dengan lelaki lain, Dad. Tapi kalau memang benar kau mengidap Azoospermia, bukankah itu artinya Leon juga bukan anak kandungmu?”
Romansa
105.7K 조회수연재 중
보기
보관함에 추가
Mariés sous Condition

Mariés sous Condition

Teresa Scarlet, héritière solitaire marquée par l’absence d’un père trop occupé et la perte d’une mère aimante, se retrouve brusquement fiancée à Ryouma Carlton, jeune magnat impassible choisi par les deux familles pour sceller une alliance d’affaires. Ce qu’elle découvre lors de leur première rencontre bouleverse toutes ses illusions : son futur mari lui tend un contrat stipulant que leur mariage ne durera qu’un an et qu’il est interdit de tomber amoureux. Blessée dans sa dignité, Teresa décide pourtant d’accepter, mais avec un objectif secret : pousser cet homme froid à succomber malgré lui. De leur union naît une guerre silencieuse. Entre maladresses, confrontations et provocations, Teresa s’impose dans l’univers réglé de Ryouma, bouleversant ses habitudes et réveillant ses certitudes. Lui, habitué à contrôler chaque aspect de sa vie, découvre en elle un esprit indomptable, capable de transformer leur relation contractuelle en un champ de bataille imprévisible. Mais sous leurs piques et leurs querelles, une tension trouble s’installe, oscillant entre haine et attirance. Au fil des jours, la façade d’un mariage arrangé se fissure, exposant secrets, blessures enfouies et désirs inavoués. Teresa, déterminée à gagner ce duel sentimental, se retrouve à lutter contre ses propres émotions, tandis que Ryouma, malgré son armure de froideur, vacille face à l’imprévisible jeune femme. Entre orgueil, défis et manipulations, un danger les guette : celui de briser la clause la plus interdite du contrat… tomber amoureux.
Romance
2.1K 조회수연재 중
보기
보관함에 추가
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
보기
보관함에 추가
L'Exil et le Trône

L'Exil et le Trône

Fille du Bêta de la Meute de l'Ombre, je suis née avec la force, la grâce et la loyauté. Justin, futur Alpha de notre meute, était proclamé mon compagnon destiné dès notre première rencontre. J'avais cru dur comme fer que nous étions faits l'un pour l'autre. Si la Déesse Lunaire nous avait unis par ce lien sacré, même la mort n'aurait pas pu nous séparer. Mais cette certitude s'était effritée il y a trois ans. Sous prétexte de rembourser une dette de vie, Justin ne cessait de me repousser pour cette louve errante, Marissa. Un à un, il lui avait offert tout ce qui nous appartenait : notre maison, notre amour… Jusqu'à nos projets de vie, sacrifiés sur l'autel de son prétendu chagrin. La quatre-vingt-dix-neuvième fois a été la dernière. La dette était enfin soldée. Vêtue de ma robe de cérémonie, je me tenais devant l'autel et attendais qu'il pose sa marque sur moi. Hélas, tout ce que j'ai reçu, c'était une nouvelle, cinglante comme une gifle : il venait d'offrir à Marissa une pierre lunaire suprême, symbole d'un amour éternel. À cet instant, la digue de ma souffrance a cédé. Ma louve a hurlé en moi, un cri primal, ravagé de chagrin. Cette fois, je ne l'ai pas fait taire. Il était temps, décidément, de laisser la place à Justin et à sa précieuse sauveuse...
보기
보관함에 추가
이전
1
...
111213141516
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status