Pesona Upik Abu
Selama ini, dia mengira Sagara bersikap dingin kepada semua wanita karena watak aslinya yang kaku, bukan karena bayang-bayang seorang anak pembantu.
Melihat perubahan ekspresi putrinya, Bram tersenyum lembut, lalu menatapnya penuh kasih sayang layaknya seorang ayah yang bijak. "Jangan terlalu dipikirkan sampai membuatmu emosional di kantor, Sayang. Jaga reputasimu di mata keluarga besar Natawijaya dan Mahardika. Seorang wanita anggun tidak boleh terlihat goyah hanya karena kehadiran seorang sekretaris baru, mengerti? Papa hanya penasaran saja melihat selera Sagara yang ternyata cukup unik dan masih belum berubah."
Hot Chapters