Ada sebuah cerita tentang seorang akhwat yang menjadi viral karena unggahannya di TikTok tentang perjalanannya menghafal Al-Qur'an sambil kuliah di luar negeri. Kontennya menggugah karena menunjukkan bagaimana dia membagi waktu antara belajar, ibadah, dan aktivitas sosial tanpa kehilangan identitas sebagai muslimah. Dia sering membagikan tips produktivitas dengan gaya yang santai dan relatable, seperti memanfaatkan waktu luang di transportasi umum untuk murajaah atau membuat jadwal harian yang seimbang.
Yang bikin makin menarik, dia juga tidak sungkan membahas tantangan sebagai minoritas muslim di negara Barat, mulai dari mencari makanan halal sampai menjaga hijab di tengah cuaca ekstrem. Komentar netizen ramai memuji ketulusannya, sementara beberapa akun justru memicu debat soal 'batasan konten dakwah' di platform hiburan. Tapi responsnya elegan—dia tetap fokus pada nilai-nilai positif tanpa terjebak drama.