Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

“Sudahlah Dik, jangan dipikirkan. Lebih baik kita menta hidup sekarang ini.” Aku mengangguk mengiyakan ucan Bang Amar. Malam semakin larut, dingin semakin terasa, malam ini seperti berbeda, sunyi dan sepi meski Bang Amar sudah ada di sampingku. Aku terbangun tengah malam berniat ingin melakukan shalat sepertiga malam. Namun, belum sempat tangan menarik knop pintu kamar mandi, pintu kamar lebih dulu diketuk cukup keras.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Denting yang berbunyi dari dinding kamarku Sedarkan diriku dari lamunan panjang Tak terasa malam kini semakin larut Kumasih terjaga Sayang kau di mana aku ingin bersama Aku butuh semua untuk tepiskan rindu Mungkinkah kau di sana merasa yang sama Seperti dinginku di malam ini Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini Kita menari dalam rindu yang indah Sepi kurasa hatiku saat ini oh sayangku Jika kau disini aku tenang
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
GODAAN DI SEPERTIGA MALAM

GODAAN DI SEPERTIGA MALAM

mobil sedan hitam itu mendadak melaju pergi, menghilang ditelan kemacetan arus lalu lintas kota. Kirana menelan ludahnya yang mendadak terasa sangat pahit. Tenggorokannya kering seketika. "Aku... aku tidak tahu, Zayn..." jawab Kirana dengan suara bergetar dan rasa tegang yang tidak bisa disembunyikan. Kirana mengusap keningnya yang dingin. "Mungkin... mungkin aku sedang berhalusinasi." Zayn mengerutkan dahinya cemas. "Berhalusinasi? Maksudmu?"
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Rein (Shirea book 3)

Rein (Shirea book 3)

Bagiku, siang adalah waktunya tidur dan malam adalah hidupku yang sesungguhnya. Ya, sejak kejadian 10 tahun yang lalu, aku jadi trauma untuk tidur malam. Waktu itu kami tidur bertiga dan mereka sudah terbujur kaku saat aku membuka mata di pagi harinya. Sejak saat itu, aku takut untuk tidur malam dan mengganti waktu tidurku di siang hari, meski tidak seharian penuh dan hanya beberapa jam saja. Bahkan sampai saat ini, aku masih menyesal karena terlelap di malam terakhir bersama mereka. Aku benar-benar hampir dibuat gila dengan kepergian mereka yang sangat mendadak.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku

Mereka mungkin bisa bertemu di saat malam hari, mungkin larut malam. “Huftt… aku udah kayak selingkuhan aja. Didatangin pas tengah malam dan baliknya harus pagi-pagi buta,” keluh Nina.
10514.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
juxelian
awalnya emg dibuat emosi sama karakter bryan, m3sumnya kelewat ampun... tp mkin kesini oalahhh aku nangis bombay tau... bryan bener" mempertaruhkan segalanya demi nina :'( rela ninggalin harta tahta demi cewe yg dia sayang.. bhkan di season 2 aku makin mewek, bryan bener" sabar nemenin nina
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Anak Tangga Ketiga: Kalimat yang Terputus Di titik ini, realitas mulai patah. Mereka tak lagi melihat dunia di bawah. Yang ada hanyalah ruang putih kosong, dingin, seperti lembar kertas yang dibekukan. Dan di tengah-tengah ruang itu, tergantung kalimat-kalimat yang tidak pernah selesai ditulis: “Jika aku bisa kembali ke malam itu…” “Dan andai saja aku tidak berhenti menulis…”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Malam Penuh Gairah Bersamamu

Malam Penuh Gairah Bersamamu

Malam perlahan merayap menuju akhir, langit gelap mulai memudar, digantikan semburat keemasan di cakrawala. "Ugh!" Tania meringis memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Silau dari sinar matahari yang menyelinap melalui celah jendela mengganggu tidurnya. Perlahan, matanya terbuka dan dia sadar langit-langit tinggi bercorak mewah itu bukanlah kamarnya. Spontan Tania terduduk. Matanya melihat sekeliling dan dalam hati dia merutuk, 'Sial! Di mana aku?! Apa yang terjadi?!"
1016.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Istriku Seorang Juragan

Istriku Seorang Juragan

Aku menarik napas panjang, lalu mengangguk pasrah. "Semalam kamu ngigau, bisa-bisanya nangis pengen di peluk. Cari kesempatan banget sih, udah mah gadang, eh pas jam tiga subuh kamu tidur nyenyak saking nyenyaknya ngigau kaya gitu. Nyusahin banget"
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Tawa anak tengah malam

Tawa anak tengah malam

Pintunya kayu tua penuh debu dengan engsel yang sudah berkarat. Bima menelan ludah dengan paksa. “Oke, itu dia gudangnya. Terakhir kali aku nonton film horor, pintu yang kayak gitu biasanya jadi awal malapetaka.” Arman tidak menggubris, ia hanya membuka kunci rumah dan meletakkan barang-barang mereka dan mengambil senter untuk penerangan. “Kita harus masuk.” Bima mundur selangkah. “Kenapa harus sekarang? Besok pagi aja 'kan bisa? Matahari terang, ayam berkotek, setan pasti tidur siang.”
531 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

Dia melangkah tergesa-gesa di tengah pekatnya malam. "Tumben toh yo, malam ini sepi banget! Masa semuanya wis tidur? Jadi serem, kalau tau begitu aku ajak si Bapak juga tadi," rutuknya. Suara jangkrik dan kodok yang sejak tadi ramai berhenti dalam sekejap. Suasana menjadi begitu sepi. Semilir angin membawa hawa tak wajar membuat kesan mencekam kian terasa.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai menikungmu di sepertiga malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status