MasukRatih Indira dan Abimanyu Permana adalah sepasang suami istri yang saling mencintai, wajah goodlooking, pekerjaan bagus dan sukses , kehidupan glamour dan sempurna menjadi bentuk wajah pernikahan mereka. Namun pernikahan sempurna yang sudah menginjak usia 15 tahun itu tak kunjung juga menghadirkan buah hati di kehidupan mereka. Konflik internal dalam rumah tangga seperti dengan mertua, ipar dan kolega menjadi duri dalam kehidupan pernikahan sempurna Ratih dan Abi. Segala upaya sudah di lakukan oleh Abi dan Ratih agar bisa mempunyai anak kandung, bahkan bayi tabung juga sudah dilakukan namun sayang harus berkali-kali gagal, kenyataan selalu tidak sesuai dengan keinginan Ratih dan Abi. Kenyataan pahitnya, ternyata Ratih terkena pcos yang parah jadi harus di angkat rahimnya hingga harapan mereka untuk memiliki seorang anakpun pupus. Tidak ada cara lain melainkan Abi harus menikah lagi agar impian mereka menjadi orangtua terwujud. Abi yang begitu mencintai Ratih tidak serta Merta mau untuk menikah lagi. Dia Arin, wanita pilihan dari Ratih yang akan menjadi istri kedua untuk Abi. Apakah Abi akan mau untuk menikah lagi? Sedangkan cintanya hanya untuk Ratih seorang. Namun masalalu kelam dari Ratih juga selalu terbayang-bayang menghantui dirinya. Mohon dukungannya untuk novel terbaruku. Terimakasih ^^
Lihat lebih banyakDimas dengan rasa khawatir menaiki tangga tempat kamar itu berada, dalam hati Dimas berharap supaya tidak ada hal buruk menimpa Arin. Saat Dimas hendak membuka pintu kamar, pintu kamar itu terkunci. "Dobrak pintunya!" titah Dimas, polisi pun langsung mendobraknya. "Arin!" pekik Dimas Saat melihat Arin tidak sadarkan diri di atas ranjang. Dimas segera menghampiri Arin dan memeluk Arin. "Bangunlah Arin, Aku sudah berada disisimu." Dimas sangat ketakutan, Arin sama sekali tidak merespon panggilannya. >> Keesokan harinya, Dimas mendatangi kantor polisi bersama Arin, di dalam kebingungan Arin bertanya kenapa Dimas membawanya ke kantor polisi. "Kenapa kakak bawa Aku ke kantor polisi?" Arin sama sekali tidak ingat akan kejadian semalam. semalam Begitu Arin di temukan, Dimas langsung membawanya ke rumah sakit. "Kamu akan lihat siapa orang yang menculikmu dan berusaha berbuat jahat kepadamu tadi malam." Arin masih kebingungan, tak berapa lama, Abi masuk ke dalam rua
1 Bulan berlalu, Abi mencari keberadaan Ratih dan Elois, tapi tidak mendapatkan apapun. Ratih dan Elois bagai di telan bumi, tidak di ketahui keberadaannya. Abimanyu juga semakin geram, saat melihat Dimas semakin gencar mendekati Arin. Sedangkan kini, Arin semakin jauh dari jangkauannya, Arin sama sekali menjauhi Abi. Di tengah kemelut pikirannya itu, Abi semakin frustasi saat melihat Arin yang mulai memandang Dimas dengan tatapan penuh arti. Sebulan lalu saat dia menyaksikan Dimas ditolak oleh Arin, sepertinya mereka kini banyak Perubahan. Brak... Abimanyu memukul mejanya untuk melampiaskan cemburunya. "Arin, kamu hanya milikku, tidak ada yang boleh memilikimu selain aku!" Abimanyu lantas tersenyum, dia memiliki sebuah rencana jahat di pikirannya agar membuat Arin kembali kepadanya. Setidaknya, dia sudah kehilangan Ratih, tapi dia masih memiliki peluang untuk memiliki Arin. Gadis muda yang cantik, yang selalu bisa memuaskan dahaga lelakinya yang selalu meronta
Pagi itu Ratih membereskan baju dan barang lainnya ke dalam koper termasuk milik Elois juga. Ratih begitu marah setelah kejadian semalam, hatinya bulan hanya hancur melainkan di penuhi api amarah dan cemburu. Harga dirinya seolah terendahkan karena suaminya melakukan hubungan dengan menganggap dirinya adalah orang lain. "Dek, Apa yang kamu lakukan?" lirih Abimayu dengan segenap rasa bersalahnya. Kejadian semalam diluar kendalinya, Abi terus merindukan bercinta dengan Arin, sampai-sampai melihat Ratih sebagai Arin. "Tolong jawab Mas, Dek. Kamu akan pergi membawa Elois kemana?" Abimanyu berusaha bertanya lagi karena Ratih hanya terdiam seolah tidak mendengar ucapan Abimanyu. "Aku akan pergi , kembali ke rumah orangtuaku bersama Elois." Ratih menjawab dengan nada ketus lalu tanpa melihat ke arah Abimanyu. "Apa? Kamu ingin pergi ke Bandung dengan membawa Elois juga?" "Ya." Ratih menjawab masih tidak menatap Abi dan dengan nada yang ketus. Mendengar itu Abimanyu m
"Maukah kamu menjadi kekasihku, Rin?" Dimas bersimpuh tepat di hadapan Arin. Setelah mengantar Arin sampai rumah, Dimas meminta waktu untuk berbicara empat mata. Dimas mengungkapkan isi hatinya selama ini. Arin adalah cintanya sedari kecil hingga sekarang. Bukannya menjawab Arin malah membantu Dimas untuk bangun. "Jangan lakukan ini, Kak." Kini Arin memanggil Dimas dengan sebutan Kakak Setelah Dimas protes tidak ingin di panggil Mas. Arin menggenggam tangan Dimas lembut, kedua matanya berusaha menahan tangisan. Arin sangat menyadari jika Dimas menyukainya. Tapi Arin selalu menyangkalnya sendiri dan menganggap Dimas sebagai saudaranya. Dimas pria baik dan bermartabat. Dimas begitu tampan, dengan tingginya yang melebihi pria lain. Sikap lembutnya, pasti wanita manapun akan jatuh hati padanya. "Kamu menolakku, Rin? Tapi apa alasannya?" "Kak, Aku tidak layak untukmu. Kamu Pria yang baik dan tampan. Kamu pasti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku." D












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan