Dicintai Kakak Tiri Posesif
semangatku pada diri sendiri, seraya melakukan ancang-ancang sebelum melakukan lompatan.
Yah, gerakan yang sama seperti yang Pak Harto ajarkan beberapa menit lalu. Mundur kebelakang beberapa langkah, kemudian berlari maju dengan cepat dan menjadikan kedua tangan sebagai kekuatan untuk menumpu tubuh di atas peti lompatan. Supaya bisa melewati peti lompat itu dengan mudahnya, hanya saja praktik tak semudah teori.
Alih-alih bisa melompatinya dengan mudah. Aku justru melompat terlalu ke samping peti, hingga membuatku kehilangan keseimbangan dan tersungkur dengan dengkul mencium tegel lapangan lebih dulu.