Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura mencurigai ada sesuatu tidak beres di balik kejadian 17 tahun yang lalu. Yura memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari tempat tujuannya. Ia sudah berdiri di depan gerbang rumah Tisha, gadis remaja yang mengalami disabilitas autism. Dipandanginya rumah itu tampak sepi. Kemudian ia meraih besi pagar yang fungsinya untuk bel. Ia lalu menggoyang goyangkan besi itu sekali namun tidak ada orang yang keluar. Dua kali sampai berkali kali ia membunyikannya belum ada respon. Tiba tiba Tisha muncul keluar namun tetap berdiri di pekarangan rumahnya tidak menghampiri Yura. “Tidak ada orang! Jangan membunyikan bel!” teriak Tisha
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Euforia

Euforia

Kenapa wajahnya jadi terlihat imut saat menangis? Namun, selang beberapa detik, Eiden terperanjat saat mendengar pekikan nyaring yang tiba-tiba. Karena kesal, Eiden berkata, "Berisik." Dilihatnya, mata polos nan bulat itu bergulir ke segala arah mencari sumber suara yang mengintrupsinya. Lagi-lagi membuat Eiden menahan tawa. Sepertinya Eiden mulai tertarik dengan gadis yang sedang berpenampilan layaknya gembel itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
SEQUOIA

SEQUOIA

Baiklah, daging selanjutnya apakah berbentuk dadu? Setelah hari libur usai, datanglah lagi hari sekolah yang paling membosankan, Senin. Hari yang tidak disenangi seluruh umat pelajar. Termasuk Joita. Bukan karena apa, tapi karena pelajar di sekolahnya selalu membawa uang sedikit saat hari Senin. Tak tahu kenapa. "ICA! Pacarmu, nih!" Teriakan Mama yang menggelegar membuat Joi rolling eyes. Lagi-lagi orang miskin itu. Segera Joita menyelesaikan kegiatan mengikat tali sepatunya, lalu beranjak ke luar.
7.52.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

Baik itu dalam hal kecil sekalipun, maupun hal yang besar. “Mama sama papa jangan bertengkar lagi, ya. Yeri janji, semester ini Yeri bakalan berusaha buat dapat peringkat satu,” ujar Yeri berusaha menghentikan keributan dia antara kedua orang tuanya. “Kamu bilang bakalan dapat peringkat satu? Kamu gak usah banyak omong Yeri. Kamu itu selalu aja bilang bakalan berusaha, tapi apa? Hah! Apa? Kamu bahkan cuma bisa dapat peringkat tiga di kelas. Itu aja kamu cuma dapat beberapa kali! Terus sekarang kamu mau nyuruh mama percaya sama kamu?!
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Prank! Sebuah vas kaca yang berada di atas meja itu tersinggung tangannya lalu jatuh dan pecah. Tapi ia tidak menyadari apapun karena ia terlalu fokus pada usahanya untuk berdiri. Ia terlalu lemas karena tidak memakan apapun sejak kemarin. “Sa-kit...” Rena mendesis lagi. Ia tengah mencoba untuk bangun. Tiba-tiba tubuh kurusnya menegang.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Susah payah Sean menahan bobot tubuhnya yang seperti jeli. Jantungnya berhenti berdetak, sekelilingnya terasa membisu. Gema sepatu terdengar mencekam, Sean melangkah dekat, dekat, dan semakin dekat, sebelum kemudian tubuhnya meluruh di pinggir jalan. Badan Sean kaku, matanya berkabut genangan air mata.
9.911.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
GRACIAGAVINO

GRACIAGAVINO

Khawatir Dita "Ma boleh ya kali ini aja," "Emang keburu kalo bawa mobil, biasanya jam segini macet mending kamu naik ojek online aja" kata Dita mengigat kalau jam segini sering macet. "Yaudah deh ma Cia berangkat dulu"pamit Cia sambil menyalimi mama nya lalu keluar rumah. Cia mengotak-atik ponselnya "aduh mana paket gaada segala" kesalnya sambil mengusap gusar kepalanya takut nanti telat malah di hukum.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
TRAPEZOID

TRAPEZOID

Gravity beteriak didepan muka Abil kesal “TERUS GRAVITY NGAPAIN PAKE NARIK RAMBUT ABIL MAKIN KENCENG, HAH?” tak mau kalah, Abil menjawab ucapan Gravity dengan sama-sama berteriak. “oke, bareng lagi ya” kali ini giliran Gravity yang memberi interupsi “satu, dua, tiga” “AWWWW” tidak ada yang mengalah, mereka masih keras kepala dengan pertahannya masing-masing
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
ZONA MANTAN

ZONA MANTAN

Grita yang biasanya meledak-ledak itu kini sulit dibaca. "Grit... gue cuma mau meluruskan kesalahpahaman. Gue tahu lo dari dulu nggak suka sama gue. Dan gue nggak punya kuasa untuk mengubah pandangan lo ke gue. Gue nggak bisa bikin semua orang suka sama gue. Gue cuma... ngerasa kalau penjelasan gue tadi setidaknya bisa bikin lo —" "Lo nggak mau disalahin dalam hal ini. Gue tahu," sela Grita. "Lo mau gue tutup mata, kan?" Kesinisan dalam suara Grita semakin kentara.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Dark Obsession

Dark Obsession

•••• Markus Gringer Grint Megan Axtar Hodgue
1049.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status