MAWAR
Mata Nico melotot, merasa kesal mendengar omong kosong Joan.
Joan meremas kepalanya, dia gereget memiliki majikan pemarah tidak berotak seperti Nico."Tidak ada gunanya kau membanting semua barang itu, kau hanya memperburuk keadaan," ucap Joan kesal, pasalnya sudah pasti satu Minggu ke depan kerjaannya akan semakin bertambah ruwet.
Nico menoleh, keningnya mengkerut, "tahu apa kau, hah?!" Nico meraup kerah kemeja Joan, mencengkeramnya hingga urat lengannya terlihat jelas.