Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sabitah

Sabitah

Reandra mencoba tersenyum tipis. “Aku harap kau bisa memahami keadaanku. Karena sikapku yang seperti ini semata-mata agar aku segera bisa mengeluarkan adikku dari tempat entah di mana itu,” ucap Juna. “Adik?” “Ya. Adik yang sangat aku sayangi, Sabitah Nayanika....” ***
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Kebohongan sekecil apa pun bisa langsung mereka tangkap. Orang-orang mulai pergi. Pertama, para kepala keluarga terbesar di Ravencia. "Herman!" Reyhan memanggil seorang bos yang setara dengannya. Herman berhenti tapi tidak berbalik. "Kamu melanggar aturan, Reyhan. Dunia kita dibangun atas dua hal yaitu kehormatan dan ikatan darah. Kamu membuang semuanya demi seorang simpanan. Kamu menghancurkan garis keluargamu sendiri demi seorang pelacur dan menjadi musuh dari keluarga lama. Standar penilaianmu sudah rusak. Tidak ada yang akan mengikuti orang bodoh yang dipimpin oleh nafsunya sendiri."
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Oh, My Grim

Oh, My Grim

Risih dengan tingkah Grace yang begitu tak sabaran menunggu jawaban darinya. “Ng ... cara bicaranya,” Grace menatap serius, “bisa dibilang sedikit lebih halus.” Grace sontak berdecak. Kepalanya bergeleng. “Wah, parah lo.” “Kok parah?” “Dia dikenal ngga pernah bicara halus, Chloe. Selalu aja ketus. Boro-boro mahasiswa baru dapet semangat dari dia, mahasiswa bimbingannya aja ngga pernah sedikit pun disemangatin.”
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
ADHARA

ADHARA

jawab Dirga santai "Ouh gitu yah," "Oh my good Liss liat deh-" Farah menutup mulutnya kaget lalu memperlihatkan sebuah foto yang baru saja Farah liat dilaman i*******m miliknya. Foto seorang perempuan bertopeng dengan dress ketat diatas lutut dimana yang menjadi fokus keduanya adalah pin yang dipakai didada perempuan tersebut, pin kampus universitas Abdi Jaya
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

"Abang gak takut gagal, cuma abang gak yakin aja bisa bangun bisnis. Bangun bisnis itu, gak gampang kan umma?" "Gak ada yang gampang dan gak ada yang susah. Semua itu tergantung niatnya. Kalo niat, mau sesusah apapun juga bakal jadi mudah. Dan sebaliknya, kalo gak niat, mau semudah apapun, tetep bakal kerasa susah." /Deg
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Rapuh

Rapuh

jawab Syam datar. Makanan yang tak terlalu nikmat itu harus mereka makan hanya untuk memberikan rasa kenyang dalam perut mereka, seperti halnya Siksa yang harus berubah saat memutuskan untuk pergi dari rumah dan keluarga. Tidak ada celaan yang keluar dari mulut Sandy maupun Syam atas ulah tangan dan kecerobohan mereka sendiri yang membuat mereka jatuh bangkrut, namun terlihat rasa menyesal karena terjelebab dunia hitam membuat Sandy dan Syam memiliki tekat untuk memulai kehidupan mereka yang baru.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Ikhlas

Ikhlas

jelasku "Yakin Hanya itu, kok aku enggak percaya ya. Rajin amat tuh mentor sampe chat kamu dan ngabarin dia udah sampai rumah?" "Terserah deh kalian mau percaya atau nggk" "Iya deh percaya. Tapi baik banget ya punya mentor bertanggung jawab kayak gitu. Jadi ingin ikut bisnis juga deh" ucap Intan yang dapat cubitan dari Sera "Sebahagia kamu deh Tan" Drtttt
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

Aluna pun tertawa mendengar ucapan salah satu teman sekelasnya, "Kan biar sehat tiap hari minumnya susu, biar kayak orang-orang bule yang sarapannya susu." "Bulepotan lu mah ukhti hahaha" "Hahahaha" Memang sudah menjadi kebiasaan bagi Aluna yang selalu mengkonsumsi Susu UHT rasa Moka sebanyak dua kotak setiap paginya, dan sudah menjadi kebiasaan pula bagi Gabriel yang memanggil Aluna dengan sebutan "Ukhti" karena gaya berpakaian gadis itu yang selalu mengenakan gamis dan khimar panjang.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai grit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status