DENDAM
Mamah menyodorkan gunting kepada Alia, ia pun meraihnya.
Mamah mendekat ke arahku, dan menarik paksa, agar aku menjauh dari mereka.
Mamah menghajar wajahku dengan sarung tinju milikku sendiri. Sakit sekali, namun aku tidak berani melawannya, beberapa kali aku mencoba menghindar. Namun gerakan Mamah begitu cepat dan sigap.
Mamah yang merupakan mantan atlit karate itu, tentu saja mampu membuatku babak belur.