Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Palsu Suami Mafiaku

Cinta Palsu Suami Mafiaku

Tubuh kami saling terjerat di dalam mobil. Suamiku terus bergerak di dalam tubuh bagian bawahku, bibirnya mencium dadaku, lalu dering ponsel tiba-tiba menyadarkanku dari lamunan kami yang memabukkan. Ariel pun menjawab tanpa ragu. Itu salah satu teman terdekatnya dari dunia medis, berbicara dalam Bahasa Garnia. “Ketua.” Suara itu berkata dengan santai, “Selingkuhanmu sudah hamil dua bulan. Kau mau gimana?” Ariel tidak berhenti. Nada suaranya tetap tenang. “Merlin nggak bisa punya anak,” jawabnya. “Aku akan biarkan Sintia mengandung bayi itu sampai lahir, lalu mengadopsinya sebagai anakku sendiri. Itu akan mengamankan posisi pewaris. Ini rahasia kita berdua.” Sesuatu di dalam diriku membeku. Dia lupa satu hal .... Aku mengambil jurusan Bahasa Garnia. Bahkan, dia mempelajari bahasa itu hanya untuk memenangkan hatiku. Tapi aku tidak berteriak. Aku tidak mengonfrontasinya. Sebaliknya, aku tersenyum, tetap diam, dan terus berperan sebagai istri yang sempurna. Kemudian, aku menyelipkan surat cerai ke dalam kontrak pembelian properti dan melihat suamiku menandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu. Setelah itu aku diam-diam mendaftarkan identitas baru. Selama tiga hari berikutnya, ketidakhadirannya, dan pesan-pesan mengejek dari wanita itu, menghapus harapan terakhir yang kumiliki tentang cinta. Ketika identitas baruku aktif, aku pergi tanpa menoleh ke belakang. Membawa serta anak di dalam rahimku. Dan, menghilang dari dunianya selamanya ....
Cerita Pendek · Mafia
3.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Mengungkap Rahasia Ibu Mertua

Mengungkap Rahasia Ibu Mertua

Pada Hari Ibu, aku berniat memberikan hadiah kepada ibu mertuaku. Namun tak disangka, aku melihatnya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke kamar. Setengah jam kemudian, ibu mertuaku keluar dengan wajah memerah ....
Cerita Pendek · Realistis
5.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Pasangan yang Tak Pernah Dipandang Sepadan

Pasangan yang Tak Pernah Dipandang Sepadan

"Seratus miliar. Dalam satu minggu, kamu harus ke luar negeri dan menjauh dari anakku selamanya." Mauria duduk di seberang Valerie, wajahnya yang terawat menampilkan rasa meremehkan tanpa disembunyikan sedikit pun. Kalau dulu, Valerie pasti akan membalas dengan mata memerah, "Aku pacaran sama dia bukan karena uang." Namun sekarang, dia hanya mengangguk dengan tenang, "Baik." Mauria jelas tertegun sejenak, lalu mencibir dengan sinis, "Lumayan tahu diri." Dia menekankan kata "tahu diri" itu dengan sangat berat, seolah sengaja menegaskan perbedaan status antara Valerie dan Bendy yang bagaikan langit dan bumi. Valerie menundukkan pandangannya tanpa berkata apa-apa. Dia mengambil cek itu, lalu berbalik dan pergi.
Baca
Tambahkan
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Selama enam tahun menikah diam-diam dengan suami yang seorang direktur, suamiku tetap tak mau putra kami memanggilnya ayah. Saat dia kembali melewatkan ulang tahun putraku karena sekretaris wanitanya, akhirnya aku pun mengeluarkan surat cerai dan pergi selamanya bersama putraku. Pria yang biasanya tenang itu langsung kehilangan kendali, seperti orang gila masuk ke kantor untuk mencari di mana keberadaanku. Hanya saja, aku dan putraku tak akan kembali lagi kali ini.
Cerita Pendek · Romansa
53.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Menikah selama delapan tahun dengan suamiku, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan kami, dia selalu mengatakan maskapai sudah mengatur penerbangan untuknya dan memberiku sepasang anting-anting mahal untuk membujukku. Namun di hari ulang tahun pernikahan kami tahun ini, aku tidak sengaja mendengar candaannya dengan teman-temannya. “Kak Rio, setiap tahun di hari ulang tahun pernikahan, kamu selalu bersama Nadia, apa Jessica sama sekali tidak menyadarinya?” “Pantas saja dia tidak bisa hamil, bagaimana pun ketika giliran dia, kamu sudah kehabisan tenaga.” Rio Aditya menghembuskan asap rokok dan menjawab, “Nadia meninggalkan segalanya demiku, aku harus memberinya sebuah keluarga.” “Sedangkan Jessica, sejak dia keguguran aku sudah tidak mencintainya lagi. Jika waktunya sudah tiba aku akan mengajukan cerai, meskipun ini tidak adil baginya, tapi aku akan mencari cara untuk menebusnya dengan uang.” Sepertinya Rio tidak akan memiliki kesempatan itu lagi, di hari ulang tahun pernikahan kami, aku didiagnosis kanker ovarium stadium akhir. Jika sudah tidak cinta, aku juga sudah siap meninggalkannya. 'Rio, mulai sekarang kita akan berpisah dengan damai dan tidak akan bertemu lagi.'
Baca
Tambahkan
Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Ibu, di Kehidupan Berikutnya Cintailah Aku

Sejak sudah bisa mengingat sesuatu, aku tahu kalau ibuku membenciku. Saat aku berusia tiga tahun, dia memberiku obat tidur. Di usia lima tahun, dia menyuruhku minum racun serangga. Tetapi aku tidak mudah mati. Dan ketika berusia tujuh tahun, aku belajar melawannya tanpa ada yang mengajariku. Kalau dia tidak memberiku makan, aku akan membalikkan meja makan agar semuanya juga tidak bisa makan. Kalau dia memukuliku dengan tongkat hingga terguling di lantai, aku akan memukuli anak laki-laki yang paling dia sayangi hingga wajahnya lebam. Aku sangat keras kepala dan terus melawan hingga usia dua belas tahun. Sampai ketika adik perempuanku yang paling kecil lahir. Dengan gerakan tangan yang canggung, aku mencoba mengganti celana anak kecil yang basah itu. Ibu langsung membantingku ke dinding dengan keras. Dia menatapku dengan jijik dan ketakutan. “Apa yang mau kamu lakukan pada anak perempuanku?” “Dasar anak tukang pemerkosa! Kenapa kamu tidak mati bersamanya saja?!” Saat itu juga, aku akhirnya mengerti mengapa dia tidak pernah mencintaiku. Aku menutup kepalaku yang berdarah dan untuk pertama kalinya tidak melawan saat dipukuli. Dan untuk pertama kalinya juga, aku merasa apa yang dia katakan itu benar. Keberadaanku adalah sebuah kesalahan. Aku seharusnya mati.
Baca
Tambahkan
Dia Kehilangan Segalanya

Dia Kehilangan Segalanya

Sahabat masa kecil pacarku hamil di luar nikah. Demi menjaga reputasinya, Timo memutuskan untuk menikahinya. Dengan tak percaya, aku bertanya bagaimana dengan aku dan anak kami padanya. Timo menjawab dengan ekspresi tenang, “Selina berbeda denganmu, hanya aku satu-satunya keluarganya. Dia nggak akan sanggup menanggung gosipan hamil di luar nikah!” Timo lupa, aku juga tidak punya siapa-siapa selain dia. Kemudian, saat semua orang mengejekku mengandung anak haram yang tidak jelas siapa ayahnya, Timo hanya berdiri di samping sahabat kecilnya dan menatapku dengan tatapan dingin. Barulah saat itu aku sadar, ternyata cinta memang ada tingkatannya. Akhirnya, aku menggugurkan bayi yang sebenarnya bukan anak haram itu, demi merelakan pacarku untuk setia pada sahabat kecilnya.
Cerita Pendek · Romansa
31.1K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Tak Lagi Buta, Masa Depanmu yang Hancur

Hari ketika penglihatanku pulih, Jessica Andini sang dokter pribadi itu, melakukan gerak bibir di hadapanku kepada suamiku yang seorang bos besar mafia, "Pelumasnya aku kasih dua kali lipat malam ini, aku jamin bikin kamu merasa kayak di surga, Tuan Bos-ku sayang." Aldo mengecup mataku, tapi dia malah membalas dengan bahasa bibir yang sama, "Dasar nakal, mulut kamu sama yang di bawah sana, dua-duanya bikin aku gila karena cinta." Keduanya saling melempar senyum dan mengira aksi mereka benar-benar tidak bercelah. Mereka berdua tidak tahu kalau mataku tidak hanya sudah sembuh total, tetapi aku juga sangat ahli dalam membaca bahasa bibir. Aku menatap botol pelumas yang terpajang dengan santainya di dalam lemari dinding itu. Aku tidak membuat keributan, melainkan diam-diam mengirimkan sebuah pesan singkat, [Ayah, aku mutusin buat pulang ke rumah.] Tiga hari lagi, aku akan menghilang sepenuhnya. Yang tersisa bagi mereka hanya aset 200 triliun yang sudah dikuras habis serta sebotol "pelumas" yang sudah aku ganti dengan lem industri berkekuatan super.
Baca
Tambahkan
Undian yang Menentukan Pernikahan

Undian yang Menentukan Pernikahan

Setiap malam Natal, pewaris Keluarga Mafia Marsa, Adrian Marsa, harus mengikuti tradisi keluarga, yaitu mengundi sebuah nama untuk menentukan apakah dia diizinkan menikah denganku. Karena aku, Irene Karsa, bukan keturunan mafia. Jika dia tidak menarik kertas undian bertuliskan namaku, dia tidak boleh menjadikanku istrinya. Selama empat tahun, Adrian sudah melakukan undian itu empat kali dan tidak sekali pun namaku yang terambil. Aku selalu mengira dia bertengkar dengan keluarganya karena aku, bahwa dia rela mempertaruhkan posisinya sebagai bos mafia hanya untuk memilihku. Setiap kali dia gagal, dia akan memelukku erat dan berbisik, "Nggak apa-apa. Masih ada tahun depan." Aku mencintainya sampai rasanya menyakitkan. Begitu sakitnya, sampai aku bersedia menunggu ... tahun demi tahun. Tahun ini, aku berkata pada diriku sendiri, "Kalau dia masih juga nggak menarik namaku, aku akan diam-diam menukar hasil undian itu." Aku menyelinap ke depan pintu ruang kerja Adrian, lalu mendengar adik laki-lakinya bertanya, "Bos, setiap tahun sebenarnya kamu menarik nama Irene. Kenapa kamu pura-pura nggak menarik namanya? Apa karena kamu masih belum bisa melepaskan Sera?" Namun, Adrian hanya menjawab dengan suara datar, "Sera membutuhkanku untuk urusan mendesak. Lakukan seperti biasa, tukar nama Irene dengan kertas kosong." Dia pergi tanpa menoleh. Alih-alih menukar, adiknya justru membuang kertas kosong itu ke tempat sampah, meninggalkan kertas bertuliskan namaku di atas meja, lalu bergegas menyusul Adrian. Aku masuk ke dalam. Mengambil kertas kosong dari tempat sampah dan menggantinya dengan kertas yang bertuliskan namaku. Membuang kertas bertuliskan namaku sendiri ke tong sampah. Adrian, aku tidak ingin menunggu dan menikah denganmu lagi. Aku akan memberimu pilihanmu.
Cerita Pendek · Mafia
7.9K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tunanganku Mendonor Ginjalku

Tunanganku Mendonor Ginjalku

Aku dan adik perempuanku adalah saudara kembar. Kami sama-sama menderita penyakit ginjal yang parah. Kami akhirnya mendapatkan dua buah ginjal dari donor. Dokter ingin mentransplantasikan masing-masing satu pada kami. Namun, adikku menangis dalam pelukan tunanganku. Dia ingin kedua ginjal itu untuk dirinya sendiri. Aku menolak, jadi tunanganku mengurungku di rumah dan mempersilakan adik perempuanku menerima kedua donor ginjal itu. Dia memegang daguku sambil berujar memperingatkanku. "Sakitmu nggak selama adikmu. Dia hanya ingin hidup seperti orang normal. Kenapa kamu begitu egois? Apa kamu nggak bisa menunggu ginjal berikutnya?" Sayangnya, tunanganku tidak tahu bahwa aku tidak dapat menunggu ginjal berikutnya karena aku akan segera meninggal.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2526272829
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status